Kadis Perindag Dampingi Kak Na Tinjau Pasar Murah di Bathoh, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

Pemerintah Aceh36 Dilihat

Banda Aceh – Pasar Murah yang digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026), menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, turun langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut. Dalam kunjungannya, Kak Na didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T Adi Darma, untuk melihat langsung antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.

Di tengah ramainya masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan paket sembako murah, Kak Na menegaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

“Pasar murah ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat sangat terbantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama menjelang Idul Adha,” ujar Kak Na.

Menurutnya, setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha, permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok selalu meningkat. Kondisi tersebut secara otomatis memicu kenaikan harga di pasaran karena tingginya kebutuhan masyarakat dan terbatasnya pasokan barang.

Karena itu, Pemerintah Aceh hadir melalui program pasar murah untuk menjaga keseimbangan harga serta mengurangi beban ekonomi masyarakat. Kak Na juga mengungkapkan bahwa sejumlah warga yang ditemuinya mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

“Masyarakat tadi menyampaikan langsung bahwa mereka sangat terbantu. Harga sembako di pasar murah ini jauh lebih ringan dibanding harga pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Aceh, T Adi Darma menjelaskan, pasar murah digelar secara serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh bekerja sama dengan Bulog Divre Aceh. Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat.

Dalam paket pasar murah itu, masyarakat hanya perlu membayar Rp203 ribu untuk mendapatkan satu sak beras premium 10 kilogram, dua kilogram gula pasir, dua liter minyak goreng, dan satu papan telur ayam.

“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang hari raya,” ujar Darma.

Pantauan di lokasi menunjukkan masyarakat tampak antusias memanfaatkan program tersebut. Warga rela mengantre demi mendapatkan paket sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar umum.

Usai meninjau pasar murah di Bathoh, Kak Na bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi pasar murah lainnya di wilayah Aceh Besar guna memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

Program pasar murah yang digelar Pemerintah Aceh ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.(**)