Kapolda Aceh Ajak Jaga Kekompakan saat Pelepasan Kloter Perdana Haji

Pemerintah Aceh44 Dilihat

Banda Aceh – Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti Aula Jeddah Asrama Haji Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026) sore. Ratusan calon jemaah haji kloter pertama Embarkasi Aceh dilepas secara resmi menuju Tanah Suci dalam sebuah prosesi yang sarat makna kebersamaan dan doa.

Momen paling menyentuh terjadi ketika empat tokoh penting Aceh berdiri sejajar di atas karpet merah dan saling menggenggam tangan erat. Genggaman tersebut menjadi simbol kuat persatuan lintas unsur—ulama, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah—yang bersama-sama mengiringi langkah para tamu Allah.

Di sela-sela prosesi pelepasan yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan di tengah masyarakat Aceh. Ia menyampaikan bahwa momentum ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga pengingat akan nilai kebersamaan dan persaudaraan.

“Keberangkatan jemaah haji ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan. Aceh harus tetap kompak, saling mendukung, dan menjaga kedamaian,” ujar Kapolda.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Aceh yang turut hadir dalam pelepasan tersebut juga menyampaikan harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga menitipkan doa agar Aceh senantiasa dalam lindungan dan keberkahan.

Di belakang barisan pejabat, ratusan jemaah tampak duduk rapi mengenakan seragam biru dengan lanyard hijau sebagai identitas kloter. Wajah-wajah penuh harap dan haru terlihat jelas, terlebih saat lantunan talbiyah mulai dikumandangkan. Tangis tak terbendung dari para keluarga yang turut mengantar menambah suasana menjadi semakin emosional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh menyebutkan bahwa seluruh jemaah telah melalui tahapan persiapan matang, mulai dari manasik haji, pemeriksaan kesehatan, hingga pembekalan teknis selama di Tanah Suci. Petugas haji, tim medis, serta pembimbing ibadah juga telah disiapkan untuk mendampingi jemaah selama 24 jam.

Pengamanan dan kelancaran keberangkatan turut menjadi perhatian serius. Aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan dikerahkan untuk memastikan perjalanan jemaah dari asrama haji menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berjalan lancar dan aman.

Momen genggaman tangan empat tokoh Aceh itu pun langsung menyebar luas di media sosial. Banyak warganet menyebutnya sebagai simbol persatuan yang menyejukkan, terlebih di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang.

Para jemaah dijadwalkan bertolak ke Jeddah pada malam harinya. Dengan iringan doa dan air mata keluarga, mereka melangkah menuju bus dengan satu pesan yang terus digaungkan: menjaga kesehatan, kekompakan, dan tak lupa mendoakan Aceh dari Tanah Suci.(**)

News Feed