Banda Aceh — Upaya memperkuat pendidikan keagamaan di Aceh kembali menunjukkan geliat positif. Balai Pengajian Istiqamatuddin Darul Kautsar yang berlokasi di Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, resmi diresmikan pada Sabtu, 25 April 2026. Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada MZ.
Kehadiran balai pengajian ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan khidmat, kegiatan peresmian berlangsung sederhana namun sarat makna.
Tgk. Ahmada dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif pendirian balai pengajian yang dinilai sangat penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di Aceh. Ia menjelaskan bahwa dayah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
“Dayah adalah benteng utama dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman. Kehadiran balai pengajian seperti ini harus kita dukung bersama agar terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Balai Pengajian Istiqamatuddin Darul Kautsar diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif, mulai dari pengajian rutin, pendidikan kitab kuning, hingga pembinaan akhlak bagi para santri dan masyarakat sekitar. Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, tempat ini juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan pendidikan berbasis dayah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong kemajuan pendidikan Islam di Banda Aceh secara berkelanjutan.
Masyarakat Gampong Lambhuk menyambut baik peresmian ini. Mereka berharap balai pengajian tersebut dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus pusat kegiatan sosial keagamaan yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dengan diresmikannya Balai Pengajian Darul Kautsar, Aceh kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten menjaga dan mengembangkan pendidikan Islam berbasis dayah. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam memperkuat fondasi pendidikan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama.(**)






