Harga Emas Antam di Pegadaian Masih Stagnan, 1 Gram Bertahan di Rp3 Juta

Ekonomi25 Dilihat

Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam yang dipasarkan melalui PT Pegadaian tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga emas di tengah dinamika pasar global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Berdasarkan data resmi dari Pegadaian, harga jual emas Antam ukuran 1 gram masih bertahan di angka Rp3.000.000. Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali oleh Pegadaian juga tidak mengalami perubahan, yakni berada di level Rp2.704.000 per gram. Stabilnya harga ini menjadi perhatian bagi investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai.

Untuk ukuran lebih kecil, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp1.552.000, dengan harga buyback sebesar Rp1.352.000. Sementara itu, emas 2 gram diperdagangkan pada harga Rp5.937.000 dan buyback Rp5.408.000. Rentang harga ini masih mencerminkan tren yang cenderung datar dibandingkan hari sebelumnya.

Pada kategori menengah, emas Antam ukuran 5 gram dijual Rp14.339.000 dengan harga buyback Rp13.521.000. Sedangkan ukuran 10 gram berada di posisi Rp28.527.000 untuk harga jual dan Rp27.043.000 untuk harga buyback. Pergerakan harga pada kategori ini juga tidak menunjukkan adanya fluktuasi signifikan.

Sementara itu, untuk ukuran besar, emas 50 gram dipatok dengan harga jual Rp142.065.000 dan buyback Rp134.555.000. Adapun emas ukuran 100 gram dijual Rp293.917.000 dengan harga buyback mencapai Rp269.111.000. Harga-harga tersebut mencerminkan konsistensi pasar emas domestik yang masih relatif stabil.

Stagnannya harga emas Antam di Pegadaian hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi internasional. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati karena sifatnya yang cenderung aman (safe haven).

Bagi masyarakat, kondisi harga yang stabil dapat dimanfaatkan baik untuk membeli maupun menjual emas, tergantung pada strategi keuangan masing-masing. Investor jangka panjang biasanya melihat kondisi ini sebagai momentum untuk akumulasi, sementara pelaku pasar jangka pendek cenderung menunggu adanya pergerakan harga yang lebih signifikan.

Dengan tren yang masih stagnan, pelaku pasar diharapkan tetap memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan moneter yang dapat memengaruhi harga emas ke depan. Pegadaian sendiri terus menjadi salah satu kanal utama bagi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi emas secara aman dan terpercaya.(**)