Pembinaan Warga Binaan Lapas Ternate Lewat Kebun Kangkung Berjalan Optimal

Nasional8 Dilihat

Ternate — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengelolaan kebun kangkung yang berada di dalam lingkungan lapas.

Pada Senin, 13 April 2026, warga binaan kembali melaksanakan aktivitas rutin di sektor pertanian dengan fokus pada perawatan tanaman kangkung. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kemandirian yang tidak hanya bertujuan mengisi waktu secara positif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan secara aktif melakukan penyiraman tanaman serta pemberian pupuk guna memastikan pertumbuhan kangkung tetap optimal. Proses perawatan ini dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga tanaman dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas lapas. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung. Dengan pengawasan yang baik, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti, sekaligus menciptakan suasana kerja yang kondusif dan produktif di dalam lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini merupakan salah satu strategi penting dalam membentuk karakter warga binaan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta semangat kerja keras.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan memiliki bekal keterampilan yang nyata. Harapannya, setelah bebas nanti, mereka dapat mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak lapas juga mendorong agar program ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala terhadap perkembangan tanaman dan hasil panen dinilai penting guna meningkatkan kualitas program ke depan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, tidak menutup kemungkinan hasil pertanian ini dapat memberikan nilai tambah, baik untuk kebutuhan internal maupun pengembangan program pembinaan lainnya.

Program kebun kangkung ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental dan kedisiplinan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan keterampilan praktis. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan warga binaan yang produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan kemampuan yang lebih baik.

Dengan berbagai kegiatan positif yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Ternate menunjukkan peran strategisnya sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya menghukum, tetapi juga membina dan memberdayakan.(**)