Warung Kopi, Tempat Sertu Ardian Mendengar dan Mengayomi Masyarakat

Kodim 01019 Dilihat

Aceh Besar – Suasana riuh rendah suara cangkir kopi dan obrolan warga di salah satu warung di Gampong Pudeng, Kecamatan Lhoong, seketika berubah menjadi diskusi yang hangat dan penuh keakraban. Di sana, duduk bersahaja Sertu Ardian, seorang Babinsa dari Koramil 04/Lhoong, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, yang tengah melaksanakan tugas Komunikasi Sosial (Komsos) pada Sabtu (11/04/2026).

Bagi Sertu Ardian, warung kopi bukan sekadar tempat untuk melepas penat, melainkan “ruang sidang” rakyat yang paling efektif. Di atas meja kayu sederhana, ia meluruhkan sekat antara aparat dan masyarakat, mendengarkan setiap keluh kesah, serta menyerap aspirasi warga binaannya secara langsung.

Kegiatan Komsos ini merupakan instruksi rutin dari Komando Atas untuk memastikan kondisi wilayah tetap kondusif. Namun, Sertu Ardian memilih pendekatan yang lebih humanis. Ia menyadari bahwa pendekatan formal di kantor seringkali membuat warga merasa sungkan untuk berbicara jujur.

“Di warung kopi inilah informasi mengalir apa adanya. Kami bisa mendengar tentang kendala pertanian, keamanan lingkungan, hingga harapan warga untuk kemajuan Gampong Pudeng tanpa ada rasa canggung,” ujar Sertu Ardian di sela-sela dialognya.

Tidak hanya mendengar, Sertu Ardian juga memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak para warga untuk tetap menjaga kekompakan dan gotong royong dalam membangun desa. Kehadiran Babinsa di tengah keramaian warung kopi ini memberikan rasa aman sekaligus membuktikan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat.

Tokoh masyarakat setempat pun menyambut baik kehadiran Sertu Ardian. Menurut warga, kehadiran Babinsa yang mau berbaur tanpa jarak membuat hubungan antara TNI dan rakyat di Kecamatan Lhoong semakin solid.

Secara terpisah, Danramil 04/Lhoong menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Sertu Ardian adalah wujud nyata dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Dengan rutin turun ke lapangan, Babinsa dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah di desa, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Aksi sederhana Sertu Ardian di meja warung kopi ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui upacara formal, namun bisa dimulai dari secangkir kopi dan kesediaan untuk mendengar.