Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan kunjungan kerja ke Gedung AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) yang berlokasi di kawasan Krueng Raya, Jumat (10/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis generasi muda.
Dalam agenda tersebut, Illiza secara langsung meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di Gedung AMANAH. Ia terlihat berdialog dengan para pengelola serta anak-anak muda yang aktif memanfaatkan ruang kreatif tersebut. Gedung AMANAH sendiri dikenal sebagai pusat pengembangan potensi generasi muda Aceh yang mengintegrasikan berbagai bidang, mulai dari teknologi digital, seni kreatif, hingga kewirausahaan.
Illiza mengaku terkesan dengan konsep serta kelengkapan fasilitas yang dimiliki gedung tersebut. Menurutnya, keberadaan AMANAH bukan sekadar ruang fisik, melainkan simbol kebangkitan generasi muda Aceh yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Ia menilai, fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar untuk mendorong lahirnya inovasi dan karya kreatif yang berdaya saing tinggi.
“Ini adalah lompatan besar bagi anak muda Aceh. Dengan fasilitas seperti ini, kita optimis akan lahir lebih banyak talenta kreatif yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi,” ujar Illiza.
Lebih lanjut, kunjungan ini juga bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis antara Gedung AMANAH dengan Banda Aceh Academy. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banda Aceh, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide dan bisnis berbasis kreativitas.
Illiza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak muda. Ia percaya bahwa investasi pada kreativitas dan inovasi merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Selain itu, ia juga mendorong agar kolaborasi yang terjalin nantinya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan lembaga pendidikan akan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Kehadiran Gedung AMANAH diharapkan dapat menjadi pusat inkubasi bagi lahirnya ide-ide segar dari generasi muda Aceh. Dengan dukungan berbagai pihak, tempat ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.
Kunjungan ini pun diakhiri dengan sesi diskusi ringan serta foto bersama, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan optimisme dalam membangun masa depan Aceh yang lebih kreatif dan inovatif.(**)






