BMKG Ingatkan Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh 11–20 April 2026

Nasional78 Dilihat

BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mengeluarkan peringatan siaga bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Aceh menyusul potensi cuaca buruk yang diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Aceh.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya gangguan berupa pola siklonik yang memicu terbentuknya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

“Kami menyampaikan informasi siaga bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan angin kencang, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya,” ujar Nasrol, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan angin pada lapisan 3.000 feet, fenomena shearline dan konvergensi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Dampaknya, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di berbagai wilayah.

BMKG membagi potensi bencana hidrometeorologi ini ke dalam dua periode. Periode pertama berlangsung pada 11–15 April 2026, meliputi wilayah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue.

Sementara itu, periode kedua pada 16–20 April 2026 mencakup Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

Selain itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca, di mana sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada sore hingga dini hari.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG guna mengantisipasi risiko yang mungkin timbul.(**)