SANANA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi kehidupan mereka ke depan. Pada Kamis, 9 April 2026, jajaran Lapas Sanana melaksanakan kegiatan penanaman bibit jagung di lahan pertanian milik lapas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Sanana, David Lekatompessy, didampingi Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Ali Gani. Turut ambil bagian dalam kegiatan ini sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang selama ini dilibatkan dalam program pertanian.
Penanaman dilakukan di lahan pertanian lapas dengan menggunakan bibit jagung jenis hibrida. Jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan dari sisi produktivitas serta kualitas hasil panen yang lebih baik dibandingkan varietas biasa. Langkah ini diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam mengelola pertanian modern.
Kepala Lapas Sanana, David Lekatompessy, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses pembinaan yang berorientasi pada kemandirian. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan dibekali keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Program ini menjadi salah satu upaya kami untuk membekali warga binaan dengan kemampuan nyata. Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kehidupan ke depan,” ujarnya.
Selain memberikan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pemanfaatan lahan secara optimal di lingkungan lapas. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini diubah menjadi area pertanian yang menghasilkan, sehingga memberikan nilai tambah baik dari sisi pembinaan maupun ekonomi.
Lebih jauh, program ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, Lapas Sanana turut berkontribusi dalam memperkuat ketersediaan pangan, sekaligus mendukung implementasi program strategis pemerintah, termasuk 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Interaksi antara petugas dan warga binaan juga berjalan dengan baik, mencerminkan suasana pembinaan yang humanis dan produktif.
Ke depan, pihak Lapas Sanana telah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut guna memastikan keberhasilan program ini. Di antaranya adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman secara berkala, meningkatkan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian, serta melakukan monitoring dan evaluasi hingga masa panen.
Tidak hanya itu, program pertanian ini juga direncanakan untuk terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya bermanfaat sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan dan ekonomi lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Sanana menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara optimal, yakni tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan yang mampu menciptakan perubahan positif bagi warga binaan.(**)











