ACEH – Kinerja keuangan BPR Syariah Hikmah Wakilah hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup solid di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator utama yang mencatatkan peningkatan secara tahunan (year on year/yoy), khususnya pada aspek aset, pembiayaan, dan penghimpunan dana masyarakat.
Berdasarkan laporan “Financial Highlight” yang dirilis perusahaan, total aset BPR Syariah Hikmah Wakilah mencapai Rp235,50 miliar atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi usaha yang terukur serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan perbankan syariah.
Di sisi pembiayaan, bank ini berhasil menyalurkan dana sebesar Rp196,97 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 8 persen yoy. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp176,56 miliar, tumbuh 13 persen secara tahunan. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa tingkat kepercayaan nasabah terhadap BPR Syariah Hikmah Wakilah terus meningkat, seiring dengan pelayanan yang semakin baik dan inovatif.
Namun demikian, dari sisi profitabilitas, laba perusahaan tercatat sebesar Rp1,310 miliar atau mengalami penurunan sebesar 4 persen yoy. Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh strategi ekspansi pembiayaan serta upaya menjaga kualitas aset di tengah tantangan ekonomi.
Dari aspek rasio keuangan, kinerja BPR Syariah Hikmah Wakilah juga menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 24,25 persen yang menandakan permodalan bank sangat kuat. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,22 persen, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.
Rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) berada pada angka 103,89 persen, menunjukkan fungsi intermediasi berjalan optimal meski perlu tetap dijaga keseimbangannya. Sementara itu, Non-Performing Financing (NPF) berada di level 4,12 persen, yang masih dalam batas aman namun tetap menjadi perhatian untuk terus ditekan.
Adapun rasio efisiensi operasional (BOPO) tercatat sebesar 81,18 persen, yang mengindikasikan efisiensi operasional perusahaan cukup baik dalam mengelola biaya terhadap pendapatan.
Manajemen BPR Syariah Hikmah Wakilah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pembiayaan dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026. Dengan semangat kolaborasi tim dan fokus pada pelayanan berbasis syariah, perusahaan optimistis mampu menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada.
“Dengan kerja sama tim yang solid, kami akan terus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap kuat sepanjang tahun 2026,” demikian pesan yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Ke depan, BPR Syariah Hikmah Wakilah diharapkan mampu terus memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan syariah yang terpercaya dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.(**)








