Pemulihan Pascabencana Aceh Capai 56 Persen, Satgas Tekankan Percepatan di Daerah Prioritas

Breakingnews22 Dilihat

Banda Aceh – Upaya pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan tren positif. Hingga awal April 2026, progres rehabilitasi dan rekonstruksi telah mencapai 56 persen untuk kategori daerah yang kembali dalam kondisi normal. Meski demikian, sejumlah wilayah masih membutuhkan perhatian khusus guna memastikan pemulihan berjalan merata dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehap Rekon) Provinsi Aceh, Safrizal ZA, dalam kegiatan media gathering bersama insan pers yang digelar di The Pade Hotel, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, serta perwakilan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam pemaparannya, Safrizal ZA menjelaskan bahwa dari total 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 daerah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 10 daerah atau sekitar 56 persen telah dinyatakan pulih dan kembali ke kondisi normal.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena masih ada daerah yang membutuhkan percepatan penanganan,” ujar Safrizal.

Ia merinci, satu daerah yakni Bener Meriah saat ini berada pada kategori “mendekati normal”. Sementara tujuh kabupaten/kota lainnya masih masuk kategori “perlu atensi khusus”, yakni Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, serta Pidie Jaya.

Menurutnya, daerah-daerah tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kerusakan infrastruktur, belum optimalnya layanan pemerintahan, hingga perlunya penguatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam forum tersebut, Safrizal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kehadiran unsur Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan, terutama dalam hal distribusi bantuan, pengamanan, serta dukungan logistik.

“Pemulihan ini bukan hanya soal membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat bisa kembali hidup normal, produktif, dan tangguh menghadapi potensi bencana ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah daerah yang telah dinyatakan normal antara lain Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, Aceh Singkil, serta beberapa kota seperti Lhokseumawe, Langsa, dan Subulussalam.

Secara nasional, Safrizal mengungkapkan bahwa dari 53 kabupaten/kota terdampak bencana, sebanyak 39 daerah atau 74 persen telah kembali normal. Sementara tiga daerah berada pada kategori mendekati normal, dan 11 daerah lainnya masih membutuhkan perhatian khusus.

Ke depan, Satgas Rehap Rekon Aceh akan memfokuskan langkah pada percepatan rehabilitasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan ketahanan masyarakat berbasis mitigasi bencana.

“Kita ingin memastikan bahwa pemulihan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Safrizal ZA di hadapan para jurnalis.(**)

News Feed