BIREUEN – Setelah hampir sebulan bertahan di tenda pengungsian, korban banjir dan tanah longsor asal Desa Kapa akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman mereka. Kepastian ini didapat setelah Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra yang akrab disapa Edi Obama, berkomitmen membangun hunian sementara (huntara) menggunakan dana pribadinya.
Para pengungsi sebelumnya menetap di halaman Kantor Bupati Bireuen sejak 12 Maret 2026. Selama kurang lebih 25 hari, mereka menunggu kejelasan dari pemerintah daerah terkait penyediaan tempat tinggal yang layak. Namun, harapan tersebut tak kunjung terealisasi.
Di tengah ketidakpastian itu, Edi Obama mengambil langkah cepat. Ia mendatangi langsung para pengungsi pada Sabtu (4/4/2026) menjelang tengah malam dan memastikan pembangunan huntara akan segera dimulai.
“Saudara-saudara kita ini adalah korban bencana. Insyaallah besok mereka akan pulang ke desanya masing-masing, dan kita akan mulai membangun hunian sementara untuk mereka,” ujar Edi.
Kabar tersebut disambut haru oleh para pengungsi. Mereka segera bersiap membongkar tenda dan kembali ke Desa Kapa dengan harapan baru.
Perwakilan korban, M. Amin, mengungkapkan rasa syukur atas kepastian yang akhirnya mereka terima.
“Sudah 25 malam kami bertahan di tenda. Besok kami pulang, dan huntara akan dibangun oleh Pak Edi Obama sambil menunggu hunian tetap,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Keuchik Gampong Kapa, Evendi. Ia mengapresiasi kepedulian Ketua PMI Bireuen yang telah memberikan solusi nyata bagi warganya.
“Kami sangat berterima kasih. Akhirnya warga kami mendapat kepastian tempat tinggal dan bisa kembali ke desa,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, para korban kini memiliki harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih layak, sembari menunggu pembangunan hunian tetap dari pemerintah.(**)












