Gayo Lues – Kondisi debit air sungai di sejumlah wilayah Aceh dilaporkan terus mengalami peningkatan pada Rabu dini hari (1 April 2026). Situasi ini membuat status kewaspadaan berada pada level Siaga 3, yang menandakan adanya potensi banjir jika curah hujan masih terus berlangsung dan air tidak segera surut.
Tim pemantau dari BAT (Badan Antisipasi Tanggap) memastikan bahwa perkembangan kondisi air terus dipantau secara intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terburuk, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan daerah rendah.
Berdasarkan informasi yang diterima pada malam dinihari, banjir dilaporkan mulai merendam permukiman warga di wilayah Pinding, Kabupaten Gayo Lues. Air yang terus naik perlahan memasuki rumah warga, memaksa sebagian masyarakat mulai bersiap untuk mengamankan barang-barang berharga mereka.
Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di Kampung Serbajadi, Aceh Timur. Air sungai yang meluap dilaporkan telah memasuki rumah warga, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Hingga saat ini, warga masih bertahan sambil menunggu perkembangan kondisi air dan arahan dari pihak terkait.
Sementara itu, untuk wilayah Aceh Tamiang, status banjir masih menunggu kepastian hingga pagi hari. Pemantauan akan difokuskan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Pantai Kera di Aceh Timur serta daerah Baling Karang yang dikenal kerap terdampak saat debit air meningkat. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Pihak terkait terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Warga juga diminta untuk segera melaporkan jika terjadi kenaikan air secara signifikan di wilayah masing-masing agar dapat ditangani dengan cepat.
Dengan kondisi yang masih dinamis, diharapkan situasi dapat segera terkendali dan tidak berkembang menjadi banjir besar. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar wilayah-wilayah terdampak tetap aman dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa gangguan berarti.(**)








