Kapolda Aceh Buka Latihan Jungle Warfare Brimob di Cot Girek

Polda Aceh63 Dilihat

Lhoksukon — Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, secara resmi membuka latihan taktis bertajuk Jungle Warfare dan kolaborasi Quick Response Pelayanan Kamtibmas di wilayah Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/4/2026).

Latihan yang digelar di kawasan perkebunan dan hutan tersebut bertujuan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan perorangan personel Brimob agar tetap optimal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, khususnya di medan berat dan terpencil.

Sebanyak 144 personel pilihan dari Satuan Brimob Polda Aceh ambil bagian dalam pelatihan ini. Selain itu, dukungan juga datang dari jajaran Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe yang masing-masing mengerahkan 100 personel dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan personel menghadapi potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi.

“Latihan taktis ini bertujuan meningkatkan kemampuan sekaligus memelihara kesiapan personel agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Marzuki.

Ia juga menyoroti dinamika situasi global dan nasional yang berkembang pesat dan kompleks, mulai dari kejahatan transnasional, ancaman terorisme, hingga potensi konflik sosial yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur keamanan, khususnya Brimob.

Lebih lanjut, Kapolda menyebutkan bahwa wilayah hukum Polda Aceh memiliki karakteristik geografis yang unik, didominasi hutan, pegunungan, dan daerah terpencil. Hal ini menjadikan latihan jungle warfare sangat relevan sebagai bekal kemampuan teknis dan taktis bagi personel dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.

“Latihan ini tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga menguji ketahanan mental, kecerdasan taktis, kemampuan adaptasi, serta soliditas tim dalam berbagai skenario ancaman,” katanya.

Selain kemampuan teknis, Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga integritas, loyalitas, dan moralitas dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa personel Brimob harus kuat secara fisik, tangguh secara mental, serta bersih secara moral.

Latihan ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Maret hingga 28 April 2026, dengan total melibatkan 413 personel, terdiri dari 217 personel Satbrimob dan 196 personel dari jajaran Polda Aceh.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis dengan skenario yang mendekati kondisi nyata. Peserta dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam secara efektif, serta menjaga koordinasi tim dalam berbagai tekanan situasi.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap aktivitas latihan yang berlangsung. Ia memastikan bahwa selama kegiatan hanya digunakan peluru hampa dan ledakan ringan sebagai simulasi.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo, Karo Ops Kombes Pol. Heri Heryandi, Dansat Brimob Kombes Pol. Zuhdi Batubara, serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh dan para Kapolres jajaran.(**)