BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar, Terbesar di Indonesia

Ekonomi43 Dilihat

Jakarta, 1 April 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi umat dengan menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai sebesar Rp289 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional.

Penyaluran zakat tersebut sekaligus mengukuhkan BSI sebagai pembayar zakat korporasi terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, total zakat yang disetorkan BSI meningkat 7,77 persen secara tahunan (year on year/YoY), sejalan dengan pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan.

Secara kumulatif, sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, BSI telah menyalurkan zakat mencapai Rp1,07 triliun. Dana tersebut menjadi katalisator penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat di berbagai sektor.

Pada tahun 2025, dari dana zakat tahun buku 2024 sebesar Rp268,6 miliar, BSI berhasil menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi.

Penyerahan zakat secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Dari total tersebut, sebesar Rp250,3 miliar merupakan zakat perusahaan dan Rp39,5 miliar berasal dari zakat pegawai.

Anggoro menegaskan, zakat merupakan bagian dari strategi utama perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.

“Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam penyalurannya, BSI berkolaborasi dengan BAZNAS RI dan BSI Maslahat melalui berbagai program pemberdayaan mustahik. Program tersebut antara lain pengembangan 77 Desa BSI, sentra UMKM, program beasiswa (BSI Scholarship) bagi lebih dari 10 ribu pelajar dan mahasiswa, hingga pembangunan Rumah Qur’an.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BSI yang konsisten menjadi kontributor zakat terbesar. Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus menyalurkan dana tersebut ke program-program strategis yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi umat.

Selain itu, BSI juga mempermudah masyarakat dalam menunaikan ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) melalui berbagai kanal, baik offline di lebih dari 1.100 cabang maupun secara digital melalui ATM, QRIS, BSI Mobile, hingga superapps BYOND by BSI.

Sepanjang 2025, penghimpunan dana ZISWAF melalui berbagai kanal BSI mencapai Rp236 miliar dengan total 10,5 juta transaksi. Tren positif juga berlanjut pada 2026, dengan peningkatan penghimpunan setiap bulannya.

Dari sisi kinerja bisnis, BSI mencatat laba sebesar Rp7,57 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,02 persen YoY, dengan jumlah nasabah mencapai 23 juta. Ke depan, BSI berkomitmen memperluas dampak sosial melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZISWAF, serta penguatan layanan digital yang semakin inklusif.(**)