Begal Sadis Hantui Jalur Banda Aceh–Krueng Raya, DPR Aceh Desak Pengamanan Diperketat

Parlementaria7 Dilihat

Banda Aceh – Aksi kriminalitas kembali menghantui masyarakat Aceh. Kali ini, serangkaian kejadian pembegalan, perampokan, hingga penganiayaan dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Malahayati, jalur lintas Banda Aceh–Krueng Raya. Peristiwa tersebut berlangsung pada akhir pekan, tepatnya Sabtu malam hingga dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.

Rentetan aksi kejahatan ini disebut terjadi di sejumlah titik rawan, mulai dari wilayah Ujong Kareung hingga Alu Lambideng. Warga yang melintas di jalur tersebut mengaku resah, terutama karena pelaku beraksi dengan cara yang terbilang nekat dan membahayakan keselamatan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, pelaku diduga berjumlah dua orang. Keduanya menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan membawa senjata tajam berupa parang. Dalam menjalankan aksinya, pelaku disebut tidak hanya mengincar harta benda, tetapi juga tak segan melukai korban demi melancarkan aksi mereka.

Modus operandi yang digunakan pun terbilang terencana. Korban diduga telah dibuntuti sejak dari kawasan kampus BP2IP di Ujong Batee. Setelah menemukan momen yang tepat di lokasi yang relatif sepi, pelaku kemudian melakukan penyergapan dan merampas kendaraan, uang, serta telepon genggam milik korban.

Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPR Aceh daerah pemilihan Banda Aceh–Aceh Besar–Sabang, Eddi Shadiqin, SH. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah tersebut yang dinilai telah mengganggu rasa aman masyarakat.

Menurutnya, kejadian ini tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani secara serius, dikhawatirkan akan menimbulkan ketakutan yang lebih luas di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang kerap melintas di jalur tersebut pada malam hari.

“Kita sangat prihatin. Aksi kriminal seperti ini harus segera ditindak tegas. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Eddi juga mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menilai peningkatan patroli keamanan, terutama pada jam-jam rawan, menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan di titik-titik yang selama ini dikenal rawan tindak kejahatan. Dengan kehadiran aparat secara intensif, diharapkan dapat menekan ruang gerak pelaku kriminal.

Tak hanya itu, Eddi turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat bepergian pada malam hingga dini hari. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas bersama. Diperlukan sinergi antara masyarakat dan aparat agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Hingga saat ini, masyarakat berharap adanya langkah cepat dan nyata dari pihak berwenang guna meningkatkan keamanan di sepanjang jalur Banda Aceh–Krueng Raya. Dengan pengamanan yang lebih maksimal, diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi rasa takut.(**)