Progres 77,9 Persen, TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang

Kodam IM6 Dilihat

Aceh Tamiang – Tentara Nasional Indonesia melalui jajaran Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Salah satu langkah konkret yang tengah dikebut adalah pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Tamiang, tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di Kecamatan Sekerak, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama saat musim hujan atau ketika debit air sungai meningkat. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi mobilitas masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan terbaru per Jumat, 27 Maret 2026, progres pembangunan jembatan telah mencapai 77,90 persen. Angka ini menunjukkan percepatan yang signifikan, sekaligus menjadi indikasi bahwa proyek tersebut berjalan sesuai rencana. Tidak kurang dari 893 Kepala Keluarga (KK) akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan ini, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun akses layanan kesehatan.

Secara teknis, jembatan gantung ini memiliki panjang mencapai 240 meter dengan lebar 120 sentimeter. Dibangun dengan konstruksi yang dirancang kokoh, jembatan ini diproyeksikan mampu bertahan dalam berbagai kondisi alam, sekaligus menjadi sarana transportasi yang aman bagi masyarakat.

Sejumlah tahapan penting dalam proses pembangunan telah berhasil dirampungkan. Mulai dari pembersihan lokasi, pemasangan boplang atau tali poros jembatan, penggalian lubang deadman, hingga pemasangan anchor dan pembentangan seling utama. Pekerjaan pengecoran struktur seperti deadman dan gapura juga telah selesai dikerjakan.

Tak hanya itu, pembangunan elemen pendukung seperti gapura, tembok penahan, piramida gapura, pemasangan gelagar memanjang, besi palangan, serta reling di titik A dan titik B juga telah mencapai 100 persen. Pemasangan seling rawaian yang menjadi komponen penting dalam menopang struktur jembatan pun telah diselesaikan dengan baik.

Meski demikian, beberapa pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian. Di antaranya pemasangan papan pijakan yang saat ini telah mencapai sekitar 60 persen, serta pemasangan plang anjuran, identitas jembatan, dan pengecatan yang telah mencapai 45 persen. Sementara itu, pemasangan ram kawat masih dalam tahap persiapan dan akan segera dikerjakan.

Di lapangan, personel TNI bersama masyarakat terus bekerja bahu membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan lanjutan. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemasangan rawaian tambahan, pemasangan baut roofing pada papan pijakan turunan, pengecoran tembokan landaian di titik B, hingga proses pengecatan papan pijakan.

Menariknya, seluruh kebutuhan material untuk pembangunan jembatan ini telah berhasil didistribusikan ke lokasi dengan capaian 100 persen. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran dan percepatan proses pengerjaan di lapangan.

Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan ini. Semangat gotong royong yang terbangun tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara aparat dan warga setempat.

Dengan progres yang terus meningkat, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan dapat segera rampung dan difungsikan dalam waktu dekat. Kehadirannya diyakini akan membuka isolasi wilayah, memperlancar arus transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sekerak dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok, sekaligus wujud nyata pengabdian TNI dalam mendukung pembangunan nasional.(**)