Kepala BNNP Aceh Gandeng DPR RI Perkuat Upaya Pemberantasan Narkoba

Breakingnews78 Dilihat

BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin komunikasi intensif dengan unsur legislatif di tingkat pusat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, bersama para pejabat utama BNNP Aceh ke kediaman Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Aceh, Teuku Ibrahim, pada Kamis (26/3/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dukungan kebijakan dan legislasi terhadap program-program P4GN, khususnya di wilayah Aceh yang memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan narkotika.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Aceh memaparkan berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Ia menyoroti semakin kompleksnya jaringan peredaran narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus operandi baru, sehingga membutuhkan penanganan yang komprehensif dan kolaboratif.

Selain itu, Dedy Tabrani juga menjelaskan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan BNNP Aceh. Program tersebut mencakup edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, deteksi dini penyalahgunaan narkoba, hingga upaya rehabilitasi bagi para penyalahguna sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam penanganan narkotika.

“Permasalahan narkotika tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan semua elemen, termasuk legislatif, untuk memperkuat regulasi dan keberlanjutan program di lapangan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Teuku Ibrahim menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan BNNP Aceh. Ia menegaskan bahwa DPR RI memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Kami di DPR RI tentu mendukung penuh langkah-langkah BNNP Aceh. Upaya P4GN harus diperkuat secara berkelanjutan, baik dari sisi regulasi maupun dukungan anggaran,” kata Teuku Ibrahim.

Lebih lanjut, Kepala BNNP Aceh menekankan pentingnya penguatan peran keluarga, gampong (desa), serta institusi pendidikan dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba. Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal Aceh menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan.

Ia juga menilai bahwa sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan memberikan dampak signifikan dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di Aceh.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menyusun langkah-langkah strategis yang lebih terstruktur dan terarah dalam memperkuat program P4GN. Pendekatan ini akan mengedepankan nilai-nilai lokal, termasuk peran tokoh agama dan tokoh adat sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi landasan awal bagi kerja sama yang lebih intensif antara BNNP Aceh dan DPR RI, dalam mewujudkan Aceh yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.(**)