Karang Baru, Dailymail Indonesia
Senyum mulai merekah di wajah sejumlah Tenaga Pendidik (Tendik) di Kabupaten Aceh Tamiang. Tepat pada Kamis, 26 Maret 2026, realisasi bantuan banjir dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai diterima oleh para pahlawan tanpa tanda jasa yang terdampak bencana tersebut.
Apresiasi Atas Kepedulian Pemerintah
Langkah cepat pemerintah pusat dalam mencairkan bantuan ini menuai apresiasi dari para guru dan tenaga kependidikan di lapangan. Bantuan berupa dana stimulan ini dinilai sangat berarti untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascabanjir yang melanda wilayah Bumi Muda Sedia.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen dan Pemerintah Kabupaten atas realisasi bantuan ini. Dana ini sangat membantu kami untuk bangkit kembali setelah musibah banjir kemarin,” ungkap salah seorang tenaga didik yang telah menerima penyaluran per hari ini.
Komitmen Penuntasan Penyaluran
Meskipun arus bantuan telah mulai mengalir, proses administrasi terus dipacu agar seluruh usul dapat terakomodir.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, mengonfirmasi bahwa bantuan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan (dengan penyesuaian berdasarkan golongan) telah mulai masuk ke rekening penerima.
Untuk memastikan tidak ada tenaga didik yang terlewat, pihak Dinas Pendidikan berkomitmen untuk Melakukan Kroscek Lapangan: Memverifikasi siapa saja yang sudah dan belum menerima dana per 26 Maret.
Koordinasi Intensif: Terus berkomunikasi dengan Kemendikdasmen untuk mempercepat sisa daftar usulan sebanyak 4.470 nama.
Pendataan Transparan: Membuka ruang komunikasi bagi tenaga didik yang namanya sudah diusulkan namun masih dalam proses antrean sistem perbankan atau administrasi pusat.
Menuju Pemulihan Total
Pihak dinas memahami bahwa selain bantuan tunai, para tenaga didik juga menaruh harapan besar pada bantuan stimulan perbaikan rumah yang saat ini masih dalam proses tahap pertama.
Kehadiran bantuan operasional ini menjadi suplemen penting agar kegiatan belajar mengajar di Aceh Tamiang kembali pulih seutuhnya.
Diharapkan dalam waktu dekat, seluruh tenaga didik yang telah masuk dalam daftar usulan dapat merasakan manfaat nyata dari program kepedulian pemerintah ini, sehingga dedikasi mereka dalam mendidik generasi bangsa tidak terhambat oleh beban pascabencana.


