Apel Perdana Pascalebaran, ASN Sekretariat Wali Nanggroe Didorong Tingkatkan Kinerja

Pemerintah Aceh16 Dilihat

Banda Aceh – Suasana pagi di halaman Kantor Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe, Aceh Besar, Rabu (25/3/2026), terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Seluruh aparatur sipil negara (ASN), pejabat struktural, hingga tenaga kontrak tampak berbaris rapi mengikuti apel pagi perdana usai libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe, Ahmad Muhajir, S.STP., M.AP, yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan disiplin, semangat kerja, serta komitmen pelayanan publik setelah masa libur Lebaran.

Dalam amanatnya, Ahmad Muhajir menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat koordinasi antarbagian di lingkungan Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe atau Keurukon Katibul Wali. Ia mengingatkan bahwa libur panjang seharusnya menjadi energi baru bagi seluruh pegawai untuk bekerja lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi titik awal untuk kembali menyelaraskan langkah, memperkuat kedisiplinan, dan meningkatkan kualitas kinerja kita sebagai pelayan publik,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Kegiatan apel berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh jajaran pegawai yang mengenakan seragam putih hitam. Setelah pelaksanaan apel, suasana hangat Idulfitri masih terasa melalui momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan antarpegawai. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis.

Tak hanya sebagai agenda seremonial, apel pagi ini juga mencerminkan komitmen lembaga dalam menjaga ritme kerja tetap produktif pascalibur panjang. Dengan semangat baru, seluruh ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik serta mendukung peran strategis Lembaga Wali Nanggroe dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan keistimewaan Aceh.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab sebagai abdi negara tidak berhenti, bahkan setelah perayaan hari besar keagamaan. Kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi tetap menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional.(**)