Angin Kencang Hancurkan Huntara di Bener Meriah, Lima KK Terdampak

Daerah10 Dilihat

Bener Meriah – Suasana hangat Idulfitri yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi warga, mendadak berubah menjadi duka di kawasan Dry Port Ketipis, Kabupaten Bener Meriah. Pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, angin kencang menerjang deretan hunian sementara (huntara) yang selama ini menjadi tempat tinggal para penyintas banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Terjangan angin tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah unit huntara, khususnya di Blok A6 hingga A10. Bangunan yang terbuat dari material ringan itu tak mampu menahan kuatnya hembusan angin, hingga akhirnya mengalami kerusakan berat dan nyaris rata dengan tanah.

Sebanyak lima kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini, masing-masing Sabuddin (60), Joko Santoso (32), Supardi (45), Muhammad S (36), dan Edi Susanto (45). Mereka yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai petani, kini kembali dihadapkan pada cobaan berat setelah sebelumnya juga terdampak bencana banjir bandang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat angin kencang melanda, para penghuni huntara diketahui sedang berada di luar lokasi untuk bersilaturahmi dalam rangka merayakan Idulfitri bersama keluarga dan kerabat. Kondisi ini membuat seluruh penghuni selamat dari potensi bahaya yang lebih besar.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Tim sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi barang-barang milik warga yang terdampak ke unit huntara yang masih kosong, agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut,” ujar Safriadi.

Selain itu, BPBD juga melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan lanjutan dapat segera dilakukan.

Di sisi lain, pihak penyedia atau vendor pembangunan huntara, Khairuzzaki, memastikan akan segera mengambil langkah perbaikan. Ia mengaku tengah dalam perjalanan menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Kami akan memastikan proses perbaikan dilakukan secepat mungkin agar warga bisa kembali menempati hunian mereka dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa para penyintas bencana masih berada dalam kondisi rentan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem. Diharapkan adanya perhatian dan penanganan cepat dari berbagai pihak agar kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi warga dapat segera terpenuhi.

Di tengah suasana Lebaran yang mestinya penuh kebahagiaan, cobaan ini menjadi ujian ketabahan bagi para korban. Namun, semangat gotong royong dan kepedulian diharapkan mampu membantu mereka bangkit kembali.(**)