Mualem Hadiri Open House Idulfitri Ketua DPRA di Bireuen

Pemerintah Aceh25 Dilihat

Bireuen – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bireuen. Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf yang akrab disapa Mualem, menghadiri kegiatan silaturahmi dalam rangka open house yang digelar oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, di kediamannya di Samalanga, Senin (23/3/2026).

Kehadiran Mualem dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara eksekutif dan legislatif di Aceh, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di momentum Hari Raya Idulfitri. Dalam suasana penuh kebersamaan, para tamu yang hadir saling bersalaman, bermaaf-maafan, serta menikmati hidangan khas lebaran yang telah disiapkan tuan rumah.

Acara open house ini juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta pejabat daerah lainnya. Masyarakat yang datang tampak antusias memanfaatkan momen tersebut untuk bertemu langsung dengan para pemimpin daerah, sekaligus menyampaikan aspirasi secara santai dalam nuansa kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Mualem menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan pasca pelaksanaan pesta demokrasi maupun dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas demi kemajuan Aceh yang lebih baik.

Sementara itu, Zulfadhli menyampaikan bahwa kegiatan open house ini merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap momentum Idulfitri dapat menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi dalam membangun Aceh ke depan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh keakraban. Momentum seperti ini dinilai sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi adat dan budaya.

Dengan semangat Idulfitri, diharapkan silaturahmi yang terjalin dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam momen hari besar keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Aceh yang damai, sejahtera, dan bermartabat.(**)