Jakarta – Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal sebagai emas Antam Logam Mulia terpantau tidak mengalami perubahan alias stagnan pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026. Meski demikian, tekanan justru terlihat pada harga buyback atau pembelian kembali yang mengalami penurunan cukup tajam.
Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com, harga emas Antam ukuran 1 gram di butik LM Graha Dipta, Pulo Gadung, dibanderol sebesar Rp2.843.000 per batang. Angka ini tidak berubah dibandingkan dengan posisi harga pada perdagangan sebelumnya. Kondisi stagnan ini mencerminkan adanya fase konsolidasi setelah beberapa hari terakhir harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dalam kurun waktu lima hari terakhir, harga emas Antam tercatat telah terkoreksi hingga Rp153.000. Penurunan ini menjadi perhatian para investor, terutama di tengah dinamika pasar global yang turut memengaruhi harga komoditas logam mulia.
Sementara itu, kabar kurang menggembirakan datang dari sisi buyback. Harga buyback emas Antam hari ini berada di level Rp2.480.000 per gram, atau turun sebesar Rp80.000 dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan melemahnya harga jual kembali bagi masyarakat yang ingin mencairkan aset emasnya dalam waktu dekat.
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga global, hingga sentimen pasar terhadap aset safe haven seperti emas. Ketika tekanan eksternal meningkat, harga emas cenderung mengalami fluktuasi yang cukup tajam, baik di pasar internasional maupun domestik.
Adapun rincian harga emas Antam hari ini menunjukkan variasi harga berdasarkan ukuran, mulai dari pecahan kecil hingga ukuran besar. Untuk ukuran 0,5 gram, harga dibanderol Rp1.471.500, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp27.925.000. Untuk ukuran investasi besar seperti 100 gram, harga tercatat sebesar Rp278.512.000, dan ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.783.600.000.
Perlu diketahui, harga yang tertera belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25% bagi pemilik NPWP. Pajak ini akan menambah sedikit nilai pembelian bagi konsumen.
Dengan kondisi harga yang stagnan dan buyback yang turun, para pelaku pasar kini cenderung mengambil sikap wait and see. Sebagian investor memilih menahan asetnya sambil menunggu momentum kenaikan harga, sementara sebagian lainnya melihat kondisi ini sebagai peluang untuk membeli emas di harga yang relatif lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.
Ke depan, arah pergerakan harga emas masih akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, termasuk perkembangan inflasi, kebijakan bank sentral, serta ketegangan geopolitik yang dapat memicu permintaan terhadap aset lindung nilai.
Caption Foto:
Harga emas Antam Logam Mulia di butik LM Pulo Gadung terpantau stagnan, sementara harga buyback turun tajam pada perdagangan Selasa (24/3/2026).







