Anggota DPRA Sofyan Puteh Meninggal Dunia di Lhokseumawe

Breakingnews84 Dilihat

BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti dunia politik Aceh. Salah satu putra terbaik daerah, Sofyan Puteh, yang menjabat sebagai anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), meninggal dunia pada Senin (23/3/2026) dini hari.

Sofyan Puteh mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Lhokseumawe, setelah sempat mengalami kondisi kesehatan yang menurun secara mendadak. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat dan masyarakat yang diwakilinya.

Informasi wafatnya Sofyan turut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh periode 2024–2029, Fuadri. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, almarhum sebelumnya sempat mengeluhkan gejala asam urat pada malam sebelum meninggal dunia.

“Menurut informasi dari keluarga, beliau sempat merasakan gejala asam urat. Namun, kondisi beliau tiba-tiba menurun drastis tanpa diketahui penyebab pastinya. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit, namun tak lama kemudian beliau meninggal dunia,” ujar Fuadri.

Sofyan Puteh dikenal sebagai sosok yang aktif dan berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia merupakan anggota DPRA dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 5, yang meliputi wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Pada periode jabatannya saat ini, Sofyan tengah menjalani masa bakti keduanya di DPRA. Ia dipercaya duduk di Komisi VII yang membidangi Keistimewaan dan Kekhususan Aceh—sebuah bidang strategis yang berkaitan erat dengan identitas, otonomi, serta nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi pemerintahan Aceh.

Selama menjabat, almarhum dikenal vokal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya terkait isu-isu kekhususan daerah, pelestarian nilai adat, serta penguatan peran Aceh dalam bingkai otonomi khusus. Dedikasinya dalam dunia politik membuatnya dihormati oleh berbagai kalangan, baik di internal partai maupun lintas fraksi.

Kepergian Sofyan Puteh menjadi kehilangan besar bagi DPRA dan masyarakat Aceh, terutama bagi konstituennya di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Banyak pihak berharap semangat dan perjuangan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

Saat ini, keluarga besar tengah mempersiapkan proses pemakaman, sementara ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai tokoh dan masyarakat yang mengenal sosok almarhum sebagai pribadi yang bersahaja dan berdedikasi tinggi.(**)