Banda Aceh – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Aceh terus menunjukkan hasil positif. Program pemasangan jembatan Armco yang dilaksanakan oleh Kodam Iskandar Muda kini telah mencapai progres 42,9 persen hingga Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.30 WIB. Pembangunan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah terpencil dan terdampak bencana.
Program strategis ini mencakup total 105 titik pembangunan yang tersebar di berbagai kabupaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 titik telah menuntaskan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), sementara satu titik lainnya masih dalam proses penyelesaian. Untuk pekerjaan fisik, tiga titik jembatan telah selesai dibangun, meski saat ini belum ada lokasi yang sedang dalam tahap pemasangan aktif. Sebanyak 38 titik tengah memasuki fase mobilisasi, dan 23 titik lainnya masih dalam tahap perencanaan lanjutan sesuai arahan komando atas.
Pelaksanaan pembangunan dibagi ke dalam tiga tahap besar yang mencakup sejumlah wilayah strategis di Aceh. Pada Tahap I, sejumlah titik di wilayah Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang telah menyelesaikan DPT hingga 100 persen. Lokasi-lokasi tersebut umumnya merupakan jalur vital yang menghubungkan desa, dusun, hingga akses ke jalan lintas utama seperti jalur strategis Medan–Banda Aceh.
Memasuki Tahap II, cakupan pembangunan semakin luas dengan menyasar wilayah Bireuen dan Aceh Utara. Seluruh titik pada tahap ini juga telah menyelesaikan DPT secara penuh, menandakan kesiapan matang untuk memasuki tahap konstruksi fisik. Jembatan yang dibangun di wilayah ini memiliki fungsi vital sebagai penghubung antar desa hingga kecamatan, sekaligus memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, pada Tahap III, progres mulai terlihat pada pembangunan fisik di lapangan. Di wilayah Aceh Utara, beberapa titik seperti Desa Cot Girek telah mencapai progres pemasangan hingga 80 persen, sedangkan Desa Blang Aman berada pada angka 40 persen. Di Bener Meriah, satu titik masih dalam proses DPT dengan capaian sekitar 45 persen.
Mayoritas lokasi pembangunan jembatan Armco ini berada di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, kehadiran jembatan menjadi solusi strategis dalam membuka kembali akses transportasi yang sempat terputus. Infrastruktur ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan besar dalam mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya bagi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung masyarakat Aceh.
Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan ini hingga tuntas. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar, tepat waktu, serta sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh titik pembangunan jembatan Armco dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran jembatan ini diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah terisolir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Provinsi Aceh.(**)












