Mahasiswa USK Gelar Baksos Ramadhan untuk Korban Banjir di Tiga Kabupaten Aceh

Breakingnews2 Dilihat

BANDA ACEH — Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan Bulan Bakti Sosial Terintegrasi Ramadhan 1447 Hijriah dengan menyasar wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah kabupaten di Aceh.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan di tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Tengah. Sejumlah desa menjadi fokus aksi, di antaranya Desa Meunasah Lhok dan Blang Awee di Kecamatan Meureudu, Desa Krueng Beukah di Kecamatan Peusangan, serta Desa Nosar, Tuweren, Gunung Suku, dan Rawe di kawasan Aceh Tengah.

Mengusung tema “Optimalisasi Mahasiswa USK Peduli terhadap Masyarakat Korban Banjir dan Longsor Aceh”, kegiatan ini berlangsung sejak 10 Februari hingga 30 Maret 2026, dengan melibatkan 35 mahasiswa relawan yang diterjunkan secara bergilir ke lokasi-lokasi terdampak.

Ketua kelompok relawan, Rivaldi, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari gotong royong membersihkan lumpur di fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan dayah, hingga penyaluran bantuan sembako dan kitab suci Al-Qur’an. Selain itu, para relawan juga aktif memberikan pendampingan kepada anak-anak pengungsi serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

“Di Desa Meunasah Lhok, kami bersama relawan lain bahu-membahu membersihkan lingkungan pascabanjir, sekaligus memberikan dukungan moral kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Nasrullah RCL, ST, MT, menyampaikan bahwa selama bulan Ramadhan, kegiatan difokuskan pada penyaluran bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan dapur bagi keluarga yatim dan fakir miskin di Aceh Tengah, khususnya di Desa Tuweren, Gunung Suku, Rawe, dan Nosar.

Tak hanya bantuan material, mahasiswa USK juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) serta pesantren Ramadhan bagi anak-anak setempat. Kegiatan ini berlangsung meriah dan menjadi sarana penguatan spiritual masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, tim relawan kembali menyalurkan bantuan berupa sembako dan sirup kepada keluarga yatim dan fakir miskin di Pidie Jaya. Bantuan tersebut turut mendapat dukungan dari Brian Yuliarto yang secara pribadi menitipkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Aceh.

Kepala Desa Meunasah Lhok, Rahmadin, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa USK yang telah mendampingi masyarakat sejak awal tahun 2026. Menurutnya, kehadiran relawan tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi warga, terutama anak-anak korban banjir.

“Anak-anak kami sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan para mahasiswa. Mereka menjadi lebih semangat dan kembali ceria setelah musibah yang terjadi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pimpinan kampus. Rektor USK, Mirza Tabrani, menegaskan bahwa USK akan terus berkomitmen dalam membantu proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“USK akan terus menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kampus,” tegasnya.

Upaya tersebut juga diperkuat oleh keterlibatan tim tanggap darurat di bawah Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) yang selama ini aktif dalam penanganan bencana di Aceh.

Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan tujuh dosen pendamping, di antaranya Prof. Dr. Yuwaldi Away, Prof. Dr. Muhammad Zaki, Prof. Dr. Darmadi, Prof. Dr. Muslimsyah, Dr. Ir. Nizarli, dan Dr. Ir. Muhibuddin.

Mahasiswi FKIP USK, Rahmat Firman H, menambahkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari donasi keluarga besar USK dan para dermawan yang peduli terhadap korban banjir dan longsor di Aceh.

“Kami hanya menjadi perantara amanah dari para donatur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat dalam situasi sulit, membawa harapan dan kepedulian di bulan suci Ramadhan.(**)

Jangan Lewatkan

News Feed