Banda Aceh – Perayaan malam Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman berlangsung semarak dengan digelarnya Musabaqah Pawai Takbir yang diikuti puluhan gampong dari berbagai wilayah di Banda Aceh dan Aceh Besar pada Jum’at malam, 20 Maret 2026.
Kegiatan tahunan ini kembali menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah kreativitas masyarakat, khususnya para pemuda gampong, dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan profesional, panitia resmi mengumumkan para pemenang yang berhasil tampil memukau di hadapan dewan hakim dan ribuan masyarakat yang memadati kawasan pusat kota. Gampong Punie dari Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, sukses meraih posisi Juara I. Penampilan mereka dinilai paling unggul dari segi kekompakan lantunan takbir, kreativitas dekorasi kendaraan, serta kedisiplinan barisan sepanjang rute pawai.
Posisi Juara II diraih oleh Pemuda Gampong Neuheun dari Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, yang juga menampilkan atraksi takbir yang harmonis dan penuh semangat. Sementara itu, Juara III diraih oleh Gampong Geuceu Komplek Masjid Al-Hasanah dari Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, yang berhasil memikat perhatian dengan konsep dekorasi yang menarik dan tertata rapi.
Selain tiga besar, panitia juga menetapkan sejumlah juara lainnya sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas peserta. Gampong Tibang dari Kecamatan Syiah Kuala dinobatkan sebagai Juara Harapan I, disusul Gampong Miruek Taman dari Kecamatan Darussalam sebagai Juara Harapan II. Adapun kategori Juara Favorit diraih oleh Gampong Lampaloh dari Kecamatan Lueng Bata yang mendapatkan dukungan meriah dari masyarakat.
Ketua dewan hakim, Abd. Syukur, menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif oleh 17 orang juri yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemeriahan semata, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai religius, kekompakan tim, inovasi, serta ketertiban peserta selama mengikuti pawai.
“Musabaqah Pawai Takbir ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat syiar Islam dan mempererat ukhuwah antarwarga gampong,” ujarnya.
Keberhasilan Gampong Punie yang tampil dengan nomor urut pertama menjadi catatan prestasi tersendiri, sekaligus membuktikan bahwa persiapan matang dan kekompakan tim menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan. Antusiasme masyarakat yang menyaksikan pawai ini juga menambah semarak suasana malam takbiran di Banda Aceh.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi religi yang tidak hanya menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga mendorong kreativitas generasi muda dalam mengekspresikan semangat Idulfitri di Bumi Serambi Mekkah.(**)






