Wagub Aceh dan Mendagri Salat Jumat Bersama Warga Huntara Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh67 Dilihat

ACEH TAMIANG — Menutup bulan suci Ramadan dengan penuh khidmat, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Darussalam yang berada di kawasan hunian sementara (huntara) korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (20/3/2026).

Kehadiran kedua pejabat tersebut menjadi simbol nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat terdampak bencana. Selain menjalankan ibadah, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana berjalan optimal dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

Salat Jumat berlangsung khusyuk dengan diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya para penghuni huntara yang masih menjalani masa pemulihan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Usai ibadah, Wagub Aceh dan Mendagri menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Mereka mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, serta kondisi riil yang dihadapi masyarakat selama tinggal di hunian sementara. Interaksi ini menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah-langkah lanjutan yang lebih tepat sasaran.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi ke jajaran prajurit di Batalyon Infanteri 111/Karma Bhakti yang berlokasi di Karang Baru. Kunjungan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan unsur TNI dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat dalam kondisi sulit. Ia menekankan komitmen bersama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk terus hadir, tidak hanya dalam masa tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Momentum kebersamaan di penghujung Ramadan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi warga terdampak untuk bangkit, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Aceh yang lebih tangguh ke depan.(**)