Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi tradisi Meugang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Pasar Murah Daging Meugang menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi warga.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) bersama Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Bank Aceh Syariah, serta Perumdam Tirta Daroy. Sinergi lintas lembaga ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pasar murah tersebut digelar selama dua hari, yakni pada 17 hingga 18 Maret 2026, dan langsung mendapat sambutan luar biasa dari warga. Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan daging dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dengan hanya Rp140 ribu per kilogram, masyarakat sudah bisa memperoleh daging berkualitas premium yang sehat, segar, serta terjamin kehalalannya. Harga ini dinilai sangat membantu, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga tradisi Meugang yang telah menjadi budaya turun-temurun di Aceh.
“Alhamdulillah, ini sudah tahun kedua pelaksanaan pasar murah daging Meugang. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan. Semoga dapat membantu warga dalam menyambut hari raya dengan lebih tenang dan bahagia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas jangkauan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain membantu secara ekonomi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi Meugang yang identik dengan berbagi dan kebersamaan pun semakin terasa dengan hadirnya program ini.
Dengan tingginya animo warga, Pasar Murah Daging Meugang diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan di Banda Aceh.(**)






