Ngohwan Santuni 105 Anak Yatim di Aceh Besar, Hadirkan Kebahagiaan di Bulan Ramadhan

Parlementaria22 Dilihat

ACEH BESAR – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Kemukiman Lambaro, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Minggu (15/3/2026). Ratusan anak yatim dan piatu berkumpul dalam kegiatan santunan dan buka puasa bersama yang digelar oleh Anggota DPRA, Munawar AR yang akrab disapa Ngohwan.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa di bulan suci Ramadhan, tidak hanya sebagai ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk Ramli, Imum Syik Masjid Kemukiman Lambaro, memohon keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat.

Sekretaris Mukim Lambaro, Fajri SHi, menyampaikan bahwa sebanyak 105 anak yatim dan piatu berusia di bawah 17 tahun menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Ngohwan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini. Anak-anak yatim sangat membutuhkan perhatian, apalagi dalam menyambut lebaran. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi mereka,” ujar Fajri.

Ia juga mengajak para dermawan lainnya untuk turut ambil bagian dalam kegiatan sosial serupa, guna menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan piatu di lingkungan mereka.

Sementara itu, Munawar AR atau Ngohwan menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program rutin kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di seluruh Aceh selama bulan Ramadhan. Program ini, menurutnya, merupakan implementasi dari arahan pimpinan partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan politik kehadiran, yakni hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi pelayan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Ngohwan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran kader partai bukan hanya dalam konteks politik semata, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan piatu.

Ngohwan juga menyoroti pentingnya menjaga kebahagiaan anak-anak yatim, terutama di momen sakral seperti Idul Fitri. Menurutnya, tidak seharusnya ada anak yatim yang merasa sedih saat hari raya tiba.

“Lebaran adalah hari yang penuh kebahagiaan. Kita tentu tidak ingin ada anak yatim yang bersedih. Mereka berhak merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” tambahnya.

Kegiatan ini ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Tawa dan senyum anak-anak yatim menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa berbagi di bulan Ramadhan bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi sesama.(**)