Bagi-bagi THR Jokowi di Pasar Gading Solo Nyaris Ricuh

Nasional86 Dilihat

SOLO – Suasana di kawasan Pasar Gading, Kota Solo, mendadak ramai dan nyaris tak terkendali saat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, membagikan sembako dan amplop Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, Rabu (18/3). Kegiatan yang awalnya berlangsung penuh antusiasme itu berubah menjadi kerumunan padat akibat antrean warga yang tidak tertib.

Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati area pasar untuk menunggu kedatangan Jokowi. Kehadiran mantan Wali Kota Solo tersebut memang selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih di momentum bulan suci Ramadan menjelang Idul Fitri, di mana kebutuhan ekonomi masyarakat cenderung meningkat.

Saat pembagian sembako dan THR dimulai, warga berbondong-bondong mendekat untuk mendapatkan bantuan. Namun, kondisi antrean yang tidak teratur membuat situasi menjadi semrawut. Sejumlah warga terlihat saling berdesakan, bahkan beberapa di antaranya hampir terjatuh akibat dorongan dari belakang.

Petugas pengamanan yang berada di lokasi langsung sigap mengendalikan situasi. Aparat TNI-Polri bersama petugas keamanan lainnya berusaha menenangkan massa dan mengatur ulang antrean agar lebih tertib. Melalui pengeras suara, petugas berkali-kali mengimbau warga untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban demi keselamatan bersama.

Meski sempat terjadi ketegangan, kegiatan pembagian bantuan tetap dilanjutkan dengan pengamanan yang lebih ketat. Jokowi sendiri terlihat tetap tenang dan sesekali menyapa warga, sembari memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejumlah warga mengaku senang bisa menerima bantuan tersebut, meskipun harus berdesakan. Mereka menilai bantuan sembako dan THR sangat membantu, terutama menjelang Hari Raya, ketika harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengaturan distribusi bantuan yang lebih baik, terutama dalam kegiatan yang melibatkan massa besar. Pengelolaan antrean yang rapi dan sistem distribusi yang terstruktur dinilai perlu agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di sisi lain, aksi sosial yang dilakukan Jokowi tetap diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.(**)