Aceh Besar — Ketua Komisi III DPRK Aceh Besar, Syahrizal, S.Kom, mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk segera mempercepat realisasi kegiatan yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Syahrizal saat dimintai tanggapan terkait perkembangan pelaksanaan APBK Aceh Besar, Sabtu (14/3/2026). Ia menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan, baik pembangunan fisik maupun jasa, sangat penting untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat di daerah.
Menurutnya, realisasi program pembangunan yang tepat waktu tidak hanya berdampak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat gampong.
“Ketika kegiatan proyek sudah mulai berjalan di gampong-gampong, tentu akan terjadi perputaran uang di tengah masyarakat. Hal ini akan membantu meningkatkan daya beli warga karena masyarakat mendapatkan penghasilan dari keterlibatan dalam kegiatan tersebut,” ujar Syahrizal.
Ia menjelaskan, proyek pembangunan yang berjalan akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian lokal. Selain menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga memberi peluang bagi berbagai usaha kecil untuk berkembang.
Sejumlah sektor usaha seperti warung makan, penyedia bahan bangunan, hingga jasa transportasi lokal akan turut merasakan dampak positif dari aktivitas pembangunan yang berlangsung di berbagai wilayah Aceh Besar.
Karena itu, Komisi III DPRK Aceh Besar berharap seluruh SKPK dapat mempercepat proses administrasi serta tahapan pelaksanaan kegiatan agar program pembangunan yang telah direncanakan dalam APBK 2026 tidak mengalami keterlambatan.
Dengan percepatan tersebut, manfaat pembangunan diharapkan dapat segera dirasakan oleh masyarakat serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga Aceh Besar secara lebih luas.
“Harapan kita, kegiatan pembangunan bisa segera berjalan sehingga dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi lapangan pekerjaan maupun pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (MTU)






