Sanana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang produktif kepada warga binaan melalui kegiatan pertanian. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, Lapas Sanana melaksanakan kegiatan panen jagung di lahan pembinaan pertanian yang berada di lingkungan lapas.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, bersama pejabat struktural serta jajaran pegawai Lapas. Panen jagung ini juga melibatkan warga binaan yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan bercocok tanam, warga binaan tidak hanya belajar teknik pertanian, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengelola lahan secara produktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang sangat bermanfaat bagi warga binaan. Menurutnya, proses mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen memberikan pengalaman nyata bagi warga binaan dalam bidang pertanian.
“Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat nanti. Kami berharap keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha ataupun bekerja di sektor pertanian,” ujar David.
Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan panen jagung ini juga menjadi bentuk pemanfaatan lahan kosong yang ada di lingkungan lapas agar lebih produktif. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya melalui pemanfaatan lahan pertanian secara optimal.
Dengan adanya program pertanian tersebut, Lapas Sanana tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga mampu menciptakan kegiatan yang bernilai positif dan produktif. Program seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.
Selama kegiatan panen berlangsung, situasi terpantau berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Para warga binaan terlihat antusias mengikuti proses panen jagung yang telah mereka tanam dan rawat sebelumnya bersama petugas lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sanana berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menciptakan warga binaan yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.(**)












