Panen Perdana Tomat, Lapas Tobelo Hasilkan 30 Kg dari Kebun Warga Binaan

Nasional4 Dilihat

Tobelo – Setelah sukses melakukan panen sayur caisim beberapa waktu lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo kembali menorehkan capaian positif melalui panen perdana tomat merah yang dibudidayakan oleh warga binaan. Kegiatan panen tersebut menghasilkan sekitar 30 kilogram tomat dan dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026).

Panen perdana ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Tobelo dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pembinaan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan. Program pertanian yang dijalankan di dalam lingkungan lapas tersebut memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya tidak produktif, kemudian diolah menjadi kebun yang mampu menghasilkan berbagai komoditas sayuran.

Di bawah pengelolaan petugas lapas dan partisipasi aktif warga binaan, lahan tersebut kini menjadi area budidaya tanaman yang memberikan manfaat ganda, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam.

Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, mengatakan bahwa keberhasilan panen tomat ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam aktivitas produktif, tetapi juga diberikan pengetahuan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan berkebun di dalam lapas menjadi salah satu bentuk pembinaan yang sangat bermanfaat karena mampu melatih disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan praktis yang bernilai ekonomi.

“Kegiatan berkebun ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ujar Donni.

Ia menambahkan, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran lapas dan warga binaan untuk terus mengembangkan berbagai jenis tanaman lain yang berpotensi memberikan hasil lebih besar di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tobelo, Alimun Shaleh, menjelaskan bahwa pada panen perdana ini jumlah tomat yang dihasilkan memang masih sekitar 30 kilogram. Namun, hasil tersebut diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada panen berikutnya.

“Untuk panen perdana ini memang baru sekitar 30 kilogram. Namun dalam beberapa pekan ke depan, tanaman tomat ini sudah dapat dipanen kembali dengan jumlah yang lebih banyak dan hasil yang lebih melimpah,” jelasnya.

Alimun mengungkapkan bahwa budidaya tomat di Lapas Tobelo saat ini mencapai sekitar 500 pohon. Seluruh tanaman tersebut dirawat langsung oleh warga binaan sejak tahap awal penanaman hingga masa panen.

Proses perawatan tanaman dilakukan secara rutin dan terstruktur, mulai dari pemupukan, pemberian nutrisi, penyiraman, hingga pengendalian hama menggunakan obat-obatan yang aman bagi tanaman. Melalui kegiatan ini, warga binaan juga belajar berbagai teknik dasar dalam pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan bercocok tanam ini juga mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan kebun lapas.

Program pertanian yang dikembangkan di Lapas Tobelo merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, lapas tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi menghasilkan produk pangan yang bermanfaat.

Ke depan, pihak Lapas Tobelo berencana untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan menambah berbagai jenis tanaman sayuran maupun komoditas hortikultura lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi warga binaan.

Melalui program ini, Lapas Tobelo ingin menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang produktif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(**)