Zulkasmi Dorong Investor Kembangkan Budidaya Tiram di Alue Naga

Parlementaria15 Dilihat

Banda Aceh – Politisi dari Partai Demokrat sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh (DPRK) Zulkasmi mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh (Pemko) untuk menggandeng investor dalam mengembangkan potensi budidaya tiram di kawasan Alue Naga. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut, khususnya komoditas tiram.

Menurut Zulkasmi, kawasan Alue Naga dan wilayah pesisir di sekitarnya memiliki potensi sumber daya tiram yang sangat besar dan menjanjikan secara ekonomi. Kondisi perairan yang mendukung serta keberadaan ekosistem alami membuat tiram dapat tumbuh dengan baik di kawasan tersebut.

Namun demikian, ia menilai potensi besar itu belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Selama ini sebagian besar masyarakat masih mengelola budidaya dan pemanenan tiram secara tradisional, sehingga produktivitas serta nilai ekonominya masih relatif rendah.

“Potensi tiram di kawasan Alue Naga sangat besar. Jika dikelola dengan baik, didukung teknologi yang tepat, serta adanya investasi yang memadai, komoditas ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat,” ujar Zulkasmi kepada media, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran investor sangat diperlukan untuk membantu memperkuat sistem pengelolaan budidaya tiram yang lebih modern dan berkelanjutan. Investor diharapkan dapat berperan dalam berbagai aspek pengembangan, mulai dari penyediaan bibit unggul, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil tiram agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Selain itu, pengembangan sektor ini juga diharapkan tidak hanya berfokus pada produksi mentah, tetapi juga pada pengolahan hasil laut menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan tiram segar, tetapi juga dapat mengembangkan usaha kecil berbasis olahan hasil laut.

“Selama ini masyarakat memanen tiram secara sederhana. Ke depan kita berharap ada sistem budidaya yang lebih modern, termasuk pengolahan hasil tiram menjadi produk bernilai tambah seperti makanan olahan atau produk kuliner khas daerah,” jelasnya.

Zulkasmi menambahkan, jika sektor budidaya tiram di Alue Naga dikelola secara lebih profesional, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para petani tiram, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih luas. Pengembangan usaha ini berpotensi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat pesisir, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, pengembangan budidaya tiram juga dapat menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di Banda Aceh. Apalagi wilayah pesisir kota ini memiliki berbagai potensi sumber daya laut yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia pun berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait segera melakukan kajian komprehensif terkait potensi budidaya tiram di Alue Naga, termasuk memetakan peluang investasi serta model pengembangan yang tepat untuk masyarakat.

“Jika dikelola secara serius dengan melibatkan investor serta dukungan penuh dari pemerintah, sektor tiram ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Alue Naga dan sekitarnya,” pungkas Zulkasmi.(**)