Abu Ahmada Buka Puasa Bersama Warga Lampoh Keude, Pererat Silaturahmi Ramadhan

Aceh Besar8 Dilihat

ACEH BESAR – Momentum bulan suci Ramadhan kembali menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Gampong Lampoh Keude, Mukim Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di halaman meunasah gampong tersebut, Kamis (5/3/2026).

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Warga tampak bergotong royong menyiapkan tempat dan hidangan berbuka. Tikar dibentangkan rapi di halaman meunasah, sementara berbagai hidangan sederhana seperti buah-buahan segar, kue tradisional khas Aceh, dan minuman pelepas dahaga disusun untuk dinikmati bersama saat azan Magrib berkumandang.

Kegiatan yang berlangsung sederhana itu justru menghadirkan nuansa kebersamaan yang begitu kuat. Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat duduk berdampingan tanpa sekat, mencerminkan eratnya hubungan sosial yang telah lama terbangun dalam kehidupan masyarakat gampong.

Kehangatan suasana semakin terasa dengan kehadiran Anggota DPD RI asal Aceh, Abu Ahmada, yang turut berbuka puasa bersama masyarakat. Tanpa pengawalan protokoler yang berlebihan, ia tampak membaur dengan warga dan duduk lesehan di atas tikar bersama masyarakat.

Kehadiran Abu Ahmada di tengah-tengah warga mendapat sambutan hangat. Banyak warga merasa senang karena dapat bertemu dan berbincang langsung dengan wakil daerah di tingkat pusat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Gampong Lampoh Keude sendiri dikenal sebagai salah satu gampong di wilayah Mukim Lam Ateuk yang memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Setiap momentum keagamaan, khususnya di bulan Ramadhan, masyarakat selalu memanfaatkannya sebagai ajang mempererat hubungan sosial serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.

Tradisi buka puasa bersama telah menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan warga. Selain menjadi momen untuk berbagi hidangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam suasana santai menjelang waktu berbuka, warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dan bertukar pikiran. Berbagai topik dibicarakan, mulai dari kondisi sosial masyarakat, pembangunan gampong, hingga harapan-harapan ke depan bagi kemajuan daerah.

Momentum Ramadhan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membuka ruang komunikasi yang lebih hangat antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. Suasana kebersamaan yang tercipta membuat diskusi berlangsung dengan lebih terbuka dan penuh kekeluargaan.

Sejumlah tokoh masyarakat mengaku bangga atas kehadiran Abu Ahmada yang bersedia meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Menurut mereka, kehadiran seorang wakil daerah di tengah masyarakat dalam kegiatan sederhana seperti ini memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi warga.

“Bagi kami, ini bukan sekadar buka puasa bersama. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjadi perhatian,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika azan Magrib mulai berkumandang dari meunasah gampong. Seluruh warga yang hadir kemudian bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan.

Tidak ada perbedaan tempat duduk maupun perlakuan khusus. Semua peserta kegiatan larut dalam suasana kekeluargaan, menikmati hidangan sederhana sambil berbincang dan bercengkerama.

Gelak tawa dan obrolan ringan pun mewarnai suasana berbuka puasa tersebut. Kebersamaan yang terjalin menunjukkan bahwa nilai-nilai solidaritas dan persaudaraan masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi Ramadhan di Gampong Lampoh Keude. Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga dinilai menjadi sarana komunikasi yang efektif antara masyarakat dan para pemimpin daerah.

Bagi warga, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di Gampong Lampoh Keude, nilai-nilai tersebut terasa hidup dan nyata. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan sederhana ini menjadi gambaran bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada persatuan dan rasa saling peduli antarwarganya. (**)