Meureudu – Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu mengikuti kegiatan penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang tahap II secara virtual yang dipimpin oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Selasa 2 Maret 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Media Center Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Gedung MTQ Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta dihadiri unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, Kajari Pidie Jaya Sayid Muhammad, Dandim 0102/Pidie yang diwakili Pabung Mayor Inf Ruslan, Sekda Pidie Jaya Munawar Ibrahim, Kepala Bappeda T. Muhalil, Plh Kalak BPBD Okta Handipa, Kabag Ops Polres Pidie Jaya Kompol Chairil Anshar, para Kepala SKPK, para Camat, perwakilan penerima manfaat, serta insan pers.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lima kepala keluarga penerima manfaat, yakni Zulkifli (Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu), Karimuddin (Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu), Ainsyah (Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu), Kamaruzzaman (Gampong Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua), dan Aina Khamla (Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua).
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa Polres Pidie Jaya mendukung penuh program pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya.
“Bantuan perbaikan rumah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana. Polres Pidie Jaya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama proses rehabilitasi berlangsung,” ujar AKP Mahruzar Hariadi.
Program bantuan tahap II ini bersifat stimulan dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih aman serta tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang, sekaligus mendorong partisipasi dan semangat gotong royong dalam proses pembangunan kembali.






