Isa Alima Ucapkan Selamat kepada Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, Harapkan Bappeda Aceh Menjadi Kompas Pembangunan yang Berkeadilan

Berita6 Dilihat

BANDA ACEH– Pemerhati Kebijakan Publik Aceh sekaligus mantan anggota DPRK Pidie, Isa Alima, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikan Dr. Ir. Zulkifli, M.Si sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh. Pelantikan tersebut berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026.

Isa Alima menilai bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial birokrasi, melainkan momentum penting yang akan sangat menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Menurutnya, Bappeda memiliki posisi strategis sebagai “otak perencanaan” daerah tempat seluruh visi, janji, dan harapan rakyat harus dirumuskan secara jujur, terukur, dan berkeadilan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Zulkifli atas amanah besar ini. Jabatan Kepala Bappeda bukan posisi ringan. Di sanalah masa depan Aceh dirancang, apakah pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat, atau sekadar rapi dalam dokumen tanpa daya ubah,” ujar Isa Alima, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan bahwa tantangan utama Aceh saat ini bukan sebatas keterbatasan anggaran, melainkan keberanian dalam menyusun prioritas pembangunan. Menurut Isa, perencanaan yang baik harus mampu membaca realitas sosial: ketimpangan wilayah, kemiskinan struktural, pengangguran, kualitas layanan publik, hingga kebutuhan generasi muda Aceh yang semakin kompleks.

“Bappeda tidak boleh hanya menjadi kantor pengumpul usulan dan penyusun angka. Ia harus menjadi kompas moral pembangunan, menentukan ke mana Aceh melangkah dan siapa yang harus lebih dulu ditolong,” katanya.

Isa Alima juga berharap kepemimpinan Dr. Zulkifli mampu memperkuat perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, bukan semata didorong oleh kepentingan jangka pendek atau tekanan politik sesaat. Ia menekankan pentingnya integrasi perencanaan lintas sektor agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan saling tumpang tindih.

“Perencanaan yang matang akan melahirkan kebijakan yang adil. Dari Bappeda, harus lahir peta jalan pembangunan Aceh yang realistis, berkelanjutan, dan menyentuh gampong-gampong yang selama ini merasa jauh dari perhatian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Isa menilai pengalaman dan kapasitas akademik Dr. Zulkifli menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah. Namun ia mengingatkan bahwa keilmuan harus berjalan seiring keberanian moral dan kepekaan sosial.

“Ilmu tanpa keberpihakan hanya akan melahirkan dokumen indah. Yang dibutuhkan Aceh adalah perencanaan yang hidup, yang mampu menjawab kegelisahan rakyat, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga martabat masyarakat,” ujarnya.

Isa Alima menutup pernyataannya dengan harapan agar Bappeda Aceh di bawah kepemimpinan baru mampu menjadi ruang lahirnya kebijakan strategis yang tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi juga benar-benar dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari rakyat Aceh.

“Semoga amanah ini dijalankan dengan integritas, keberanian, dan visi jauh ke depan. Karena dari meja perencanaan Bappeda, arah Aceh ditentukan, apakah kita berjalan di tempat, atau melangkah maju dengan keyakinan dan keadilan,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *