Banda Aceh – Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Kali ini, sebanyak tiga unit rumah diserahkan kepada mustahik zakat di Kecamatan Syiah Kuala, tepatnya di Gampong Alue Naga dan Gampong Deah Raya, Rabu (26/2/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat produktif yang dikelola Baitul Mal Banda Aceh untuk membantu masyarakat dhuafa memperoleh tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman. Bantuan rumah layak huni ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Banda Aceh.
Prosesi penyerahan berlangsung penuh haru. Para penerima tampak tak kuasa menahan rasa syukur saat menerima kunci rumah yang selama ini mereka impikan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Baitul Mal Aceh Muhammad Yunus, jajaran komisioner Baitul Mal Banda Aceh, unsur Forkopimda, serta perwakilan instansi vertikal seperti Bank Aceh, Polresta Banda Aceh, dan Kodim 0101/Banda Aceh. Hadir pula camat, unsur TNI-Polri di tingkat kecamatan, para geuchik, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan bahwa program rumah layak huni tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menciptakan ketenangan dan keharmonisan keluarga penerima.
“Semoga rumah ini menjadi tempat yang menghadirkan sakinah, mawaddah, warahmah bagi keluarga yang menempatinya, serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” ujar Illiza.
Ia juga mengapresiasi para muzakki yang terus mempercayakan penyaluran zakat melalui Baitul Mal Banda Aceh. Menurutnya, kontribusi para muzakki sangat membantu pemerintah dalam memperluas program sosial berbasis zakat.
“Zakat yang ditunaikan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Ini adalah bentuk solidaritas sosial yang luar biasa,” tambahnya.
Salah seorang penerima bantuan, Sri Sarah, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya kondisi rumahnya tidak layak huni dan kerap mengalami kebocoran saat hujan.
“Alhamdulillah, sekarang kami memiliki rumah yang lebih aman. Terima kasih kepada Ibu Wali, Baitul Mal, dan semua pihak yang telah membantu kami,” ucapnya haru.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Banda Aceh Yusuf Al-Qardhawy menjelaskan bahwa program rumah layak huni merupakan bagian dari penyaluran zakat konsumtif yang dipadukan dengan pendekatan pemberdayaan.
Ia juga meminta para penerima yang rumahnya masih dalam tahap pembangunan agar bersabar, karena proses pengerjaan terus dikebut agar selesai sebelum pertengahan bulan Ramadhan.
“Insya Allah dalam bulan Ramadhan seluruh pembangunan akan dituntaskan sehingga para penerima bisa segera menempati rumahnya,” jelasnya.
Program rumah layak huni dari Baitul Mal Banda Aceh selama ini menjadi salah satu program unggulan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Selain membantu menyediakan hunian yang layak, program ini juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial antarwarga.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal.(**)






