Aceh Besar – Murthala Murthalamuddin selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh mendampingi kunjungan kerja Teuku Riefky Harsya, Menteri Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dalam rangkaian agenda strategis yang berlangsung di wilayah Aceh pada Rabu, 25 Februari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan ekonomi kreatif guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh, baik dari aspek spiritual, intelektual, maupun kesehatan generasi muda.
Agenda diawali dengan kegiatan ziarah ke makam ulama di Kecamatan Seulimum. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama yang telah berkontribusi besar dalam membangun peradaban pendidikan dan syiar Islam di Aceh. Selain itu, ziarah tersebut juga menjadi refleksi nilai-nilai spiritual yang terus dijaga dalam pembangunan pendidikan karakter di daerah.
Murthala Murthalamuddin menyampaikan bahwa pendidikan di Aceh tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai keislaman dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para ulama.
“Nilai spiritual merupakan fondasi penting dalam membangun generasi Aceh yang berkarakter. Melalui momentum ini, kita ingin memastikan bahwa pendidikan tetap berakar pada sejarah dan identitas daerah,” ujarnya.
Setelah agenda ziarah, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pidie untuk meninjau langsung program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peninjauan ini bertujuan memastikan program peningkatan gizi bagi peserta didik berjalan optimal sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi Aceh yang sehat dan produktif.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif RI menekankan pentingnya keterkaitan antara pemenuhan gizi dan pengembangan potensi generasi muda, terutama dalam menghadapi persaingan global di sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang baik sejak usia sekolah.
Murthala menambahkan bahwa program pemenuhan gizi merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Aceh dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Ia menilai, generasi yang sehat akan lebih siap dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, serta daya saing.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait peluang kolaborasi antara sektor pendidikan dan ekonomi kreatif, terutama dalam pengembangan talenta muda berbasis potensi lokal Aceh.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan lahir generasi Aceh yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, serta berkarakter.(**)






