Kapolda Aceh Tinjau Pembangunan Jembatan Bailey untuk 7.000 Warga Lhok Cut

Polda Aceh5 Dilihat

Aceh Utara — Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah meninjau langsung progres pembangunan jembatan Bailey bantuan Kapolri di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang menjadi akses vital bagi ribuan warga menuju pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Peninjauan yang berlangsung pada Jumat (20/2/2026) tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana banjir yang sempat memutus akses transportasi masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto menjelaskan, Dalam keterangannya, Minggu, 22 Februari 2026. pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bantuan dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh serta Kapolres Polres Lhokseumawe bersama jajaran. Turut hadir pula unsur pemerintah setempat dan masyarakat Desa Lhok Cut yang menyambut langsung kedatangan rombongan.

Menurut Joko, jembatan Bailey yang sedang dibangun ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat di Kecamatan Sawang menuju Kota Lhokseumawe.

“Kapolda menegaskan pembangunan jembatan Bailey ini dikebut karena sangat dibutuhkan oleh sekitar 7.000 warga. Akses tersebut digunakan untuk aktivitas pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta kebutuhan ekonomi sehari-hari,” ujar Joko.

Ia menambahkan, sebelum pembangunan dilakukan, masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca buruk. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Kehadiran Polri dalam pembangunan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan wilayah pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Selain membantu percepatan akses transportasi, proyek jembatan Bailey ini diharapkan mampu mendorong kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjaga kualitas pekerjaan serta memperhatikan faktor keamanan konstruksi, sehingga jembatan dapat digunakan dalam jangka waktu yang optimal.

“Diharapkan pembangunan segera rampung agar mobilitas masyarakat kembali normal dan roda perekonomian dapat berjalan lancar,” tutup Joko.

Dengan progres pembangunan yang terus dikebut, masyarakat Desa Lhok Cut kini menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera dapat difungsikan sebagai penghubung utama menuju pusat aktivitas di wilayah perkotaan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *