Banda Aceh – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, pasangan Illiza Saaduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk legislatif. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, yang menilai Banda Aceh semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Pasangan Illiza–Afdhal resmi dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf pada 12 Februari 2025 dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh. Sejak saat itu, berbagai program pembangunan dan kolaborasi lintas sektor mulai dijalankan sebagai bagian dari visi menjadikan Banda Aceh sebagai kota kolaboratif dan religius.
Tuanku Muhammad menyebutkan bahwa dalam kurun satu tahun kepemimpinan, Banda Aceh menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama dari sisi citra daerah.
“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza-Afdhal, Kota Banda Aceh semakin Dithe le Donya atau semakin dikenal oleh dunia,” ujar Tuanku, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, indikator tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan tokoh nasional maupun internasional, serta berbagai penghargaan dan kerja sama yang berhasil dibangun Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia menilai langkah kolaboratif yang dilakukan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan kemitraan.
Selain itu, Tuanku juga menyoroti kondisi pemerintahan yang berjalan relatif kondusif dan sinergis, khususnya dalam hubungan antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Stabilitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan, terlebih di tengah keterbatasan kondisi keuangan daerah.
“Beberapa program pembangunan mulai terlihat tertata dengan baik. Ini patut diapresiasi karena dijalankan dalam kondisi anggaran yang masih terbatas,” katanya.
Dalam aspek penegakan syariat Islam, Tuanku menilai pemerintah kota juga menunjukkan komitmen melalui berbagai kegiatan pembinaan masyarakat dan razia penegakan qanun. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan agar penerapan syariat berjalan lebih optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Ia menambahkan, satu tahun masa pemerintahan tentu belum cukup untuk melihat hasil pembangunan secara menyeluruh. Namun, arah kebijakan yang tertuang dalam visi dan misi pasangan Illiza–Afdhal mulai terlihat melalui program-program yang sedang dan telah berjalan, termasuk yang akan dimuat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Keberhasilan tentu harus diukur dari capaian program dalam RPJMD. Kita masih dalam tahap awal, sehingga perlu waktu untuk melihat hasil yang lebih konkret,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Tuanku Muhammad berharap memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kota Banda Aceh dapat semakin mempercepat pembangunan, khususnya program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi Banda Aceh adalah angka kemiskinan yang relatif tinggi, sehingga diperlukan langkah strategis dan percepatan realisasi program ekonomi masyarakat.
“Kita berharap di tahun kedua ini pasangan Illiza-Afdhal bisa lebih ‘tancap gas’ dalam menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.(**)






