Kapolda Aceh Pastikan Jembatan Bailey Sawang Rampung Tepat Waktu

Polda Aceh16 Dilihat

Aceh Utara – Marzuki Ali Basyah selaku Kapolda Aceh memastikan pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dapat diselesaikan sesuai target waktu. Jembatan darurat tersebut dibangun untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh saat melakukan peninjauan langsung progres pembangunan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, Jumat (20/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menekankan pentingnya percepatan pembangunan dengan tetap mengutamakan standar teknis konstruksi agar jembatan aman digunakan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Bailey sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi antar desa yang sebelumnya terhambat akibat putusnya akses penghubung.

Selain memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengecek kesiapan operasional personel Korps Brimob Polri dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.

Kegiatan peninjauan diawali sekitar pukul 09.15 WIB. Helikopter Polri tipe AW-169 yang membawa rombongan Kapolda mendarat di lapangan sepak bola Desa Sawang. Dari lokasi pendaratan, rombongan langsung bergerak menuju titik pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut.

Di lokasi tersebut, Kapolda meninjau langsung proses pemasangan rangka baja jembatan yang dikerjakan oleh personel Brimob. Ia memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal serta target penyelesaian yang telah ditentukan.

Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut dirancang untuk menghubungkan beberapa desa terdampak banjir, di antaranya Lhok Cut, Blang Cut, Gunci, dan Kubu. Sebelumnya, akses antar wilayah tersebut terputus total setelah banjir bandang pada 26 November 2025 merusak struktur jembatan permanen yang ada.

Setelah dari Desa Lhok Cut, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Riseh Tunong pada titik pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Dusun Cot Calang. Kedua jembatan ini menjadi prioritas karena berperan sebagai jalur distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda turut didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, antara lain Dansat Brimob Polda Aceh, Karolog Polda Aceh, serta Direskrimsus Polda Aceh. Hadir pula unsur pemerintah kecamatan, para geuchik, serta tokoh masyarakat setempat.

Camat Sawang, Mazinuddin, S.Sos., bersama para kepala desa menyampaikan apresiasi atas perhatian Polri dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana. Mereka menilai pembangunan Jembatan Bailey menjadi solusi cepat untuk memulihkan aktivitas masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Polri. Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, diharapkan akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat sehingga roda perekonomian desa-desa terdampak banjir dapat segera pulih.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *