Ramadan di Lapas Tobelo, WBP Khusyuk Laksanakan Tarawih dan Tadarus

Nasional103 Dilihat

Tobelo – Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai malam-malam bulan suci Ramadan di lingkungan Lapas Kelas IIB Tobelo. Melalui kegiatan pembinaan kerohanian Islam, warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersama petugas secara rutin melaksanakan salat berjamaah serta tadarus Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan keimanan.

Kegiatan keagamaan yang berlangsung pada Kamis malam, 19 Februari 2026 tersebut dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Tobelo, yang menjadi pusat pembinaan spiritual bagi para warga binaan. Sejak pukul 19.55 WIT, para WBP yang beragama Islam mulai memadati masjid untuk melaksanakan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan salat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an.

Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan selama Ramadan merupakan program pembinaan rutin yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat mental warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

“Momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan pembinaan kepribadian, khususnya dalam bidang keagamaan. Kami berharap melalui kegiatan ibadah berjamaah dan tadarus, warga binaan dapat memperbaiki diri serta menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tersebut, sebanyak 98 warga binaan mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah. Salat Tarawih dilaksanakan sebanyak delapan rakaat dan ditutup dengan tiga rakaat salat witir, yang dipimpin langsung oleh imam masjid Lapas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh delapan orang warga binaan bersama pegawai serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Petugas piket yang berjumlah sembilan orang turut melakukan pengamanan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung. Mereka terdiri dari petugas regu pengamanan malam, piket tambahan Ramadan, staf, serta perwira kontrol untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

Menurut pihak Lapas, kegiatan tadarus akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama satu bulan penuh Ramadan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan yang terstruktur. Setelah kegiatan selesai, para warga binaan kembali ke blok hunian dengan tertib.

Program pembinaan spiritual ini juga menjadi bagian dari komitmen lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan sebagaimana arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara agar seluruh satuan kerja pemasyarakatan aktif menghadirkan kegiatan positif selama bulan suci Ramadan.

Dengan suasana ibadah yang khusyuk dan tertib di Tobelo, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan moral serta memperkuat nilai religius warga binaan, sehingga proses reintegrasi sosial ke depan dapat berjalan lebih baik.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *