Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Polisi Israel, Ketegangan di Yerusalem Timur Meningkat

Internasional11 Dilihat

YERUSALEM — Ketegangan kembali menyelimuti kawasan Kota Tua Yerusalem setelah polisi Israel dilaporkan menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi, pada Senin (16/2/2026) malam. Penangkapan tersebut terjadi di halaman kompleks Masjid Al-Aqsa, salah satu situs suci umat Islam yang berada di wilayah Yerusalem Timur.

Berdasarkan keterangan sumber setempat, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi diamankan aparat kepolisian Israel tanpa penjelasan resmi yang langsung disampaikan kepada publik. Peristiwa itu dengan cepat memicu perhatian warga dan jemaah yang berada di sekitar lokasi, mengingat posisi Masjid Al-Aqsa yang kerap menjadi titik sensitif dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Penangkapan ini disebut terjadi di tengah meningkatnya berbagai tindakan otoritas Israel di kawasan tersebut. Sumber lokal menyebutkan adanya pembatasan terhadap para imam, penceramah, serta kelompok al-Murabitin — komunitas yang selama ini dikenal menjaga dan meramaikan aktivitas ibadah di kompleks masjid. Selain itu, akses masuk jemaah ke area masjid juga dilaporkan semakin diperketat dalam beberapa waktu terakhir.

Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari kompleks Al-Haram Al-Sharif yang memiliki nilai religius dan historis tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap kebijakan keamanan atau tindakan aparat di kawasan ini hampir selalu memicu respons luas, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Israel mengenai alasan penangkapan Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi maupun status hukumnya saat ini. Namun sejumlah pengamat menilai langkah tersebut berpotensi memperuncing situasi, terlebih menjelang momentum keagamaan yang biasanya meningkatkan jumlah jemaah di Masjid Al-Aqsa.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa kerap diberlakukan dengan alasan keamanan. Kebijakan itu sering kali mencakup pembatasan usia jemaah, pemeriksaan ketat di pintu masuk, hingga pelarangan individu tertentu untuk memasuki area masjid.

Situasi di Yerusalem Timur sendiri tetap menjadi isu sensitif dalam dinamika politik dan keamanan kawasan. Komunitas internasional terus memantau perkembangan yang terjadi di sekitar Masjid Al-Aqsa, mengingat setiap insiden di lokasi tersebut berpotensi memicu gelombang reaksi yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kondisi terkini Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi maupun langkah lanjutan dari otoritas terkait. Warga dan jemaah di sekitar kawasan masjid disebut masih menanti kejelasan informasi sambil berharap situasi tetap kondusif.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *