Jenderal Iran Ancam Trump: Perang dengan AS Akan Jadi “Pelajaran Keras”

Internasional11 Dilihat

Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS, Donald Trump, terkait kemungkinan konfrontasi militer antara kedua negara.

Dalam pernyataannya yang dikutip media internasional TRT World pada Senin (16/2/2026), Mousavi menegaskan bahwa setiap bentuk perang baru dengan Washington akan berujung pada konsekuensi berat bagi pihak Amerika.

“Trump harus tahu bahwa dia akan memasuki konfrontasi yang memberikan pelajaran keras, yang hasilnya akan memastikan bahwa dia tidak lagi meneriakkan ancaman di seluruh dunia,” tegas Mousavi.

Peringatan Terbuka dari Teheran

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas militer Iran dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari Washington. Hubungan kedua negara memang telah lama berada dalam kondisi tegang, terutama sejak keluarnya AS dari kesepakatan nuklir 2015 dan penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Bagi Iran, ancaman militer maupun tekanan politik dianggap sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima. Mousavi menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap dan mampu merespons setiap agresi.

Pernyataan ini juga diyakini sebagai pesan politik yang ditujukan tidak hanya kepada Gedung Putih, tetapi juga kepada komunitas internasional, bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman eksternal.

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Ancaman terbuka dari pejabat militer tertinggi Iran ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut selama ini menjadi titik panas geopolitik yang melibatkan berbagai kepentingan global, termasuk isu keamanan energi dan jalur perdagangan internasional.

Pengamat menilai, retorika keras dari kedua pihak dapat memperbesar risiko salah perhitungan (miscalculation) yang bisa memicu eskalasi konflik lebih luas. Pasar global, terutama sektor energi, juga cenderung sensitif terhadap dinamika hubungan Iran-AS.

Respons dan Dinamika Politik Global

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Washington terkait pernyataan Mousavi. Namun, sejarah panjang ketegangan kedua negara menunjukkan bahwa retorika keras kerap menjadi bagian dari strategi politik dan diplomasi tekanan.

Situasi ini kembali menempatkan dunia dalam bayang-bayang potensi konfrontasi dua negara yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik internasional. Komunitas global pun berharap agar jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama untuk mencegah konflik terbuka yang dapat berdampak luas.

Ketegangan yang kembali mengemuka ini menjadi pengingat bahwa hubungan Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari stabil, dan setiap pernyataan pejabat tinggi dapat berdampak signifikan terhadap arah dinamika geopolitik dunia.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *