Ibu Rumah Tangga Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai Luan Boya

News13 Dilihat

Teluk Dalam — Suasana tenang di aliran Sungai Luan Boya, Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam pada Minggu, 15 Februari 2026. Seorang perempuan berusia 35 tahun, yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dilaporkan tewas setelah diterkam buaya saat mencari kerang atau lokan di sungai tersebut.

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga Desa Bulu Hadek. Demi menjaga privasi keluarga yang tengah berduka, identitas korban tidak dipublikasikan.

Kronologis Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Korban bersama seorang rekannya berinisial F pergi ke Sungai Luan Boya untuk mencari lokan, aktivitas yang lazim dilakukan warga setempat, terutama saat kondisi air surut.

Keduanya awalnya menyisir tepian sungai secara bersama-sama. Namun sekitar pukul 10.30 WIB, korban memutuskan untuk bergerak ke bagian tengah sungai seorang diri guna mencari hasil yang lebih banyak. Sementara itu, rekannya tetap berada di tepi sungai.

Sekitar pukul 11.00 WIB, rekannya mulai merasa curiga karena korban tak lagi terlihat. Ia berupaya memanggil korban, namun tak ada jawaban. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika suami korban tiba di lokasi untuk menyusul istrinya. Pencarian singkat dilakukan di sekitar area sungai, namun korban tak ditemukan.

Tak lama kemudian, seorang warga setempat menyampaikan informasi mengejutkan bahwa ia melihat seekor buaya muncul di permukaan air dan diduga menyeret sesuatu ke dalam sungai. Dugaan kuat pun mengarah pada kemungkinan korban diterkam buaya.

Pencarian Dramatis

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Teluk Dalam segera berkoordinasi dengan Polres Simeulue dan masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian dan warga langsung menyisir sepanjang aliran Sungai Luan Boya.

Proses pencarian berlangsung dalam suasana tegang. Warga berkumpul di tepi sungai, sebagian berdoa, sebagian lagi membantu pencarian dengan peralatan seadanya. Arus sungai yang tenang menyimpan ancaman yang tak terlihat di bawah permukaan.

Setelah hampir tiga jam pencarian, sekitar pukul 14.30 WIB, korban akhirnya ditemukan di pinggir sungai dalam kondisi mengenaskan, masih berada di mulut seekor buaya. Dengan upaya bersama dan penuh risiko, tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban.

Tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah berhasil dibawa ke darat. Suasana duka menyelimuti Desa Bulu Hadek.

Imbauan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, khususnya di wilayah yang diketahui sebagai habitat buaya. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas seorang diri di sungai serta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan akan bahaya satwa liar di habitat alaminya. Sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan, dalam sekejap berubah menjadi lokasi peristiwa memilukan yang tak akan mudah dilupakan warga Desa Bulu Hadek.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *