Lupakan Dendam Barcode! Damkar Aceh Tamiang Tetap Jinakkan Tangki SPBU Tanah Terban yang Membara

Berita7 Dilihat

Karang Baru, Dailymail Indonesia

Profesionalisme tak boleh tunduk pada ego. Itulah yang ditunjukkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Tamiang saat bergerak cepat memadamkan kebakaran  tangki BBM milik SPBU Tanah Terban (14.244.434), Sabtu (14/2/2026), meski sebelumnya sempat terjadi polemik penolakan pengisian BBM terhadap armada Damkar karena persoalan barcode.

Tangki bekas yang tertanam di luar area SPBU itu tiba-tiba terbakar saat warga melakukan pemotongan (cutting). Tangki tersebut sebelumnya terangkat ke permukaan akibat diterjang banjir besar yang melanda wilayah itu.

Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dan memicu kepanikan warga sekitar, situasi sempat mencekam, mengingat potensi ledakan sangat mungkin terjadi apabila api tak segera dikendalikan.

Namun, kesigapan Damkar Aceh Tamiang patut diapresiasi, dalam waktu kurang lebih 15 menit sejak tiba di lokasi, personel berhasil melokalisir dan memadamkan api sepenuhnya, tindakan cepat itu diyakini mencegah kemungkinan ledakan besar yang bisa merembet ke fasilitas utama SPBU dan permukiman warga.

Profesionalisme di atas segalanya dibalik aksi sigap tersebut, sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara pekerja SPBU dan petugas Damkar usai proses pemadaman, ketegangan ini diduga berkaitan dengan insiden sebelumnya, di mana armada Damkar dilaporkan pernah ditolak pengisian BBM oleh pihak SPBU dengan alasan persoalan barcode.
“Kami bekerja demi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat meski sebelumnya kami sempat dipersulit saat hendak mengisi BBM untuk armada tugas, ketika terjadi kebakaran, kami tetap turun tanpa melihat masa lalu,” ujar salah satu petugas di lapangan dengan tegas.

Peristiwa ini menjadi sorotan warga yang menyaksikan langsung di lokasi. Banyak yang menilai bahwa kendaraan pemadam kebakaran adalah armada darurat yang seharusnya mendapat prioritas tanpa hambatan administratif ketika menyangkut keselamatan publik.

Apresiasi Pimpinan
Plt. Kabid Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang, Doni Indrawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang bertugas.
“Saya mengapresiasi anggota yang mampu mengenyampingkan rasa kecewa atas insiden penolakan pengisian BBM sebelumnya, dalam kondisi kebakaran seperti itu, mereka tetap menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab untuk memadamkan api agar tidak merembet ke SPBU,” tegas Doni.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat tim di lapangan yang sigap mengantisipasi kobaran api sebelum membesar dan menimbulkan dampak lebih luas.

Kini, lokasi kebakaran tangker yang berada di luar pagar SPBU telah dinyatakan aman dan terkendali. Insiden ini menjadi bukti bahwa bagi Damkar Aceh Tamiang, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama—lebih tinggi dari sekadar persoalan birokrasi barcode.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *