Banda Aceh – Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen melaksanakan kegiatan supervisi dan pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD) di SD Negeri 50 Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi SSD tahun 2026, Jum’at, 13 Februari 2026.
Supervisi dan pendampingan dikemas dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) yang menghadirkan perwakilan Program Sahabat Sekolah Dasar dari 10 sekolah dasar se-Kota Banda Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang berbagi praktik baik (best practices) antar sekolah dalam mengimplementasikan program penguatan karakter di lingkungan pendidikan dasar.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program Sahabat Sekolah Dasar merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem sekolah yang ramah anak, berkarakter, dan berdaya saing.
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Kami berharap sekolah-sekolah di Banda Aceh terus berinovasi dan menjadikan SSD sebagai budaya sekolah,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kota Banda Aceh, Syahril, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pengawas Caswo, S.Pd., M.Pd., para pengawas sekolah, serta ketua komite sekolah. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan program.
Tim Sahabat Sekolah Dasar dari SD Negeri 50 Banda Aceh yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari kepala sekolah, guru fasilitator, perwakilan guru, serta empat siswa yang berperan sebagai Duta SSD. Keterlibatan siswa menjadi bukti bahwa program ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam gerakan perubahan positif di sekolah.
SD Negeri 50 Banda Aceh sendiri mencatatkan prestasi membanggakan. Sekolah ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Aceh yang berhasil ditetapkan sebagai Sahabat Sekolah Dasar Nasional. Tidak hanya itu, sekolah tersebut juga meraih predikat Aksi Nyata Terbaik kategori Inovasi dalam Pemanfaatan Media Komunikasi, Informasi, dan Publikasi pada Malam Puncak Semarak Sahabat Sekolah Dasar di Jakarta.
Prestasi tersebut diraih berkat inovasi sekolah dalam mengoptimalkan media komunikasi dan publikasi sebagai sarana edukasi karakter dan penguatan literasi digital siswa. Berbagai konten kreatif yang melibatkan guru dan siswa menjadi daya tarik tersendiri sekaligus inspirasi bagi sekolah lain.
Meski telah meraih pengakuan di tingkat nasional, SD Negeri 50 Banda Aceh tetap berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan Program Sahabat Sekolah Dasar. Penguatan karakter siswa terus diintegrasikan melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), yang menekankan pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Melalui supervisi dan pendampingan ini, diharapkan semakin banyak sekolah dasar di Banda Aceh, bahkan di seluruh Aceh, yang terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam Program Sahabat Sekolah Dasar. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan siswa, gerakan penguatan karakter anak diyakini akan semakin meluas dan berkelanjutan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi yang berintegritas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(**)






