Tgk Ahmada Ucapkan Selamat Dan Sukses MUBES ke-III ISAJ Aceh Jaya

News54 Dilihat

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Aceh, Tgk Ahmada MZ, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Besar (MUBES) ke-III Pengurus Besar Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJ) yang berlangsung dengan sukses dan lancar.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral dan komitmen Tgk Ahmada terhadap peran strategis santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebudayaan Aceh, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Jaya.

Menurut Tgk Ahmada, MUBES ISAJ merupakan momentum penting dalam proses konsolidasi organisasi santri untuk memperkuat peran generasi muda Aceh Jaya di berbagai sektor kehidupan, baik sosial, pendidikan, keagamaan, maupun kebangsaan.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan MUBES ke-III Pengurus Besar ISAJ. Semoga menghasilkan keputusan terbaik, kepemimpinan yang amanah, serta program kerja yang membawa manfaat bagi santri dan masyarakat Aceh Jaya secara luas,” ujar Tgk Ahmada.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai moral, perekat persatuan, dan agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan kearifan lokal Aceh.

Tema MUBES ke-III ISAJ, “Santri Aceh Jaya Merawat Warisan, Menyongsong Masa Depan”, dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut mencerminkan semangat santri untuk tetap berpegang pada nilai-nilai warisan ulama sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

Tgk Ahmada juga berharap kepengurusan ISAJ yang terpilih nantinya mampu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga legislatif, dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter Islami dan berdaya saing.

Sebagai anggota DPD RI sekaligus wakil Aceh di tingkat nasional, Tgk Ahmada menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gerakan kepemudaan dan kesantrian yang berorientasi pada persatuan, pemberdayaan, dan kemajuan Aceh.

“Santri adalah aset bangsa. Jika dibina dengan baik, mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, berintegritas, dan mencintai daerahnya,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *